Satpol PP Kota Bandung Ingatkan Pedagang-Pembeli Takjil Jaga Jarak

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 28 Apr 2020 20:24 WIB
Suasana penjual takjil di Kota Bandung
Suasana penjual takjil di Kota Bandung (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung -

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung masih menemukan sejumlah penjual takjil di Kota Bandung yang bisa menimbulkan kerumunan. Satpol PP meminta pedagang ingatkan pembeli soal physical distancing.

Kasatpol PP Kota Bandung Rasdian menuturkan berdasarkan hasil patroli, terdapat beberapa lokasi yang ditemukan pedagang menjual takjil. Di kawasan utara, kata dia, titik banyaknya penjual takjil di Simpang Dago, sementara di timur di Kiaracondong dan Barat di Sudirman.

"Ini memang fenomena bulan puasa walaupun di tengah COVID-19. Kita memang sudah patroli di sekitar jalan protokol dan jalan primer. Kita menyampaikan harus jaga jaraknya," ucap Rasdian kepada detikcom, Selasa (28/4/2020).

Selain di tengah-tengah kota, aktivitas serupa juga kerap terjadi di perumahan-perumahan. Rasdian mengatakan untuk patroli di perumahan pihaknya meminta aparatur kewilayahan melakukan pengawasan.

"Saya minta ke kewilayahan diatur jaraknya, bahkan dikasih nomer gitu. Jaraknya minimal dua meter, kalau ada kerumunan ya dipisahkan, diurai. Karena memang kalau kerumunan lebih dari lima orang kan tidak diperbolehkan. Jadi kita peringatkan," katanya.

Rasdian menuturkan pihaknya tak bisa langsung membubarkan atau menertibkan para penjual takjil tersebut. Sehingga dia meminta kesadaran dari para pedagang untuk menerapkan physical distancing.

"Kita imbau kalau bisa jualan di rumah. Tapi mungkin dia pertimbangannya rumahnya di dalam nggak ada yang beli banyak alasannya itu. Tapi intinya kita kedisiplinan saja jaga jarak karena kita pemberlakuan PSBB," kata dia.

Selain antar pedagang, physical distancing juga diminta diberlakukan antara pedagang dan pembeli. Rasdian meminta para pedagang turut mengkampanyekan jaga jarak saat bertransaksi.

"Pedagang harus mengingatkan tolong perhatikan jaraknya karena sedang ada wabah COVID-19. Mungkin diingatkan begitu. Jangan takut kehilangan pembeli karena nanti kita juga tidak tahu ini bisa pembeli menularkan atau pedagang itu sendiri yang menularkan ke pembeli. Harus ada sadar disiplin seperti itu," katanya.

Sementara itu berdasarkan pantauan detikcom di kawasan Margahayu, Kota Bandung, cukup banyak penjual takjil pada sore hari. Beberapa ada yang menggunakan gerobak maupun meja. Tak jarang beberapa tempat dagang, diserbu warga untuk makanan buka puasa.

(dir/mud)