Kehabisan Alat Rapid Test, Cianjur Kesulitan Deteksi Penyebaran COVID-19

Ismet Selamet - detikNews
Senin, 27 Apr 2020 14:45 WIB
Rapid Test
Ilustrasi rapid test (Foto: shutterstock)
Cianjur -

Kabupaten Cianjur kehabisan stok rapid test untuk melakukan deteksi dini warga yang terindikasi atau menunjukkan gejala pasien COVID-19. Sehingga deteksi dini sulit dilakukan.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Cianjur, Yusman Faisal, mengatakan, stok rapid test sebanyak 2.400 buah, yang diterima secara bertahap dari Pemprov Jabar kini sudah habis.

"Stoknya belum ada lagi, di Dinkes Cianjur sekarang sudah habis didistribusikan ke puskesmas dan tes pasien ODP, PDP, dan orang dengan risiko tinggi," ujar Yusman kepada detik.com, Senin (27/4/2020).

Yusman mengaku, pada pekan lalu sudah berencana berangkat ke Pemprov untuk meminta tambahan stok rapid test, tetapi ditolak lantaran stok di provinsi yang juga belum ada.

"Jumat lalu mau ambil, tapi ditolak. Katanya belum ada stok di provinsi juga. Hari ini kami akan coba lagi, dan terus pantau sehingga ketika stok ada bisa langsung diminta untuk Cianjur," tuturnya.

Yusman mengatakan, rapid test sangat dibutuhkan untuk melacak kasus penyebaran COVID-19 di Cianjur pasca ditemukannya pasien positif. Meskipun penelusuran bisa dilakukan, tetapi akan kurang efektif tanpa dilengkapi alat uji.

"Kalau tanpa rapid test itu seperti hanya ngobrol, meskipun rapid itu tidak sempurna hasilnya tapi ada senjata untuk deteksi dini. Makanya kami harap rapid test untuk Cianjur bisa segera ditambah," tuturnya.

Di sisi lain, Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan, untuk mencegah kekurangan stok rapid test lantaran ketersediaan dari provinsi yang juga terbatas, Pemkab Cianjur berencana melakukan pengadaan sendiri.

"Segera kami akan alokasikan dari dana tanggal darurat COVID-19 itu untuk pembelian rapid test. Supaya bisa dilakukan pemetaan dan deteksi dini penyebaran Corona di Cianjur," tuturnya.

Mengenal Kit Reagen Tes Corona yang Stoknya Sering Habis di Lab:

(mud/mud)