Cerita Petugas Satlinmas Perempuan di Cirebon Berptroli di Tengah Corona

Sudirman Wamad - detikNews
Selasa, 21 Apr 2020 20:57 WIB
Petugas Satlinmas perempuan di Cirebon bertugas di tengah pandemi Corona
Petugas Satlinmas perempuan di Cirebon bertugas di tengah pandemi Corona (Foto: Sudirman Wamad)
Cirebon -

Adella Wulan Asri (21), salah satu petugas perempuan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kota Cirebon, Jawa Barat, harus berjibaku di jalanan di tengah pandemi Corona.

Perempuan asal Kelurahan Jagasatru, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon itu mengaku bersyukur bisa bertugas sebagai Satlinmas Kota Cirebon. Adella bertugas menjaga ketertiban umum di perempatan lamput merah Jalan Siliwangi-Kartini.

Adella tak menampik menyimpan rasa takut saat bertugas di tengah pandemi COVID-19. Sebab, Adella rutin keliling memantau gelandangan, pengemis, orang dengan gangguan jiwa dan lainnya yang mangkal di lampu merah. Risiko besar pun memantaunya.

"Ya ada saja rasa takut. Tapi kan memang kita kerjanya begini, ketemu banyak orang dan lainnya. Ya harus enjoy saja," kata Adella saat ditemui di Pos Satlinmas Jalan Kartini, Kota Cirebon, Jawa Barat, Selasa (21/4/2020).

Saat ditemui detikcom, Adella bukan satu-satunya perempuan yang memilih menjadi petugas Satlinmas. Adella bersama rekan berpatroli menunggangi sepeda. Adella terlihat gagah dengan seragam Satlinmas yang identik berwarna hijau gelap, seragam yang sama seperti digunakan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Adella juga menggunakan masker penutup wajah sesuai protokol kesehatan.

Adella bersyukur bisa diterima sebagai Satlinmas Kota Cirebon. Kondisi demikian, lanjut Adella merupakan salah satu implementasi dari emansipasi wanita. Sebab, lanjut Adella, wanita sepertinya bisa diberi kesempatan untuk mengabdi pada daerahnya, tentunya melalui penegakan perda.

"Dulu pengin jadi TNI, pernah dua kali ikut tes. Tapi gagal. Bersyukur bisa bekerja di sini, ya mirip-mirip seperti TNI. Kita mengabdi untuk negara, atau kota," kata Adella.

Adella juga mengaku terinspirasi dengan sosok Kartini. Sebab, lanjut dia, Kartini salah satu perempuan tangguh. "Karena perjuangannya juga kita bisa seperti ini. Beliau sosok perempuan yang tangguh dan pantang menyerah," katanya.

Sebelum bertugas sebagai Satlinmas, Adella sempat bekerja di sejumlah perusahaan swasta dan pabrik. Namun, ia merasa tak betah. Sebab, Adella mengaku lebih menyukai pekerjaan yang sifatnya langsung bersentuhan dengan orang banyak, dalam artian lebih banyak bekerja di luar ruangan.

"Alhamdulillah orang tua mendukung. Sudah sejak Januari lalu menjadi Satlinmas," kata Adella.

Senada disampaikan Muliyana (21), salah satu petugas Satlinmas perempuan lainnya. Bedanya, Muliyana baru dua bulan bertugas sebagai Satlinmas Kota Cirebon.

"Saya mah baru. Tapi Alhamdulillah, perempuan mendapatkan ruang untuk ikut membangun kota melalui penegakan perda," kata Muliyana.

Muliyana mengaku senang dengan pekerjaannya saat ini. Sebab, ia bisa bertemu orang banyak. "Banyak pengalaman baru," katanya.

(mud/mud)