Sempat Kritis Usai Minum Disinfektan, Bocah 2 Tahun di Sukabumi Meninggal

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 21 Apr 2020 08:19 WIB
Ilustrasi jenazah
Foto: Ilustrasi (Thinkstock).
Sukabumi -

Bocah AS akhirnya meninggal dunia setelah sempat mendapat penanganan medis di RSUD Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Bocah 2 tahun itu dikabarkan meninggal pada Senin (20/4/2020) malam tadi atau sekitar pukul 22.30 WIB.

Kabar ini dibenarkan Direktur RSUD Palabuhanratu, Damayanti melalui sambungan telepon dengan detikcom. "Informasi yang disampaikan rumah sakit seperti itu, meninggal jam 22.30 WIB malam tadi," kata Damayanti, Selasa (21/4/2020).

Terkait penyebab, Damayanti mengaku belum bisa menjelaskan secara rinci. Namun, adanya luka di bagian tenggorokan diduga menjadi pemicu meninggalnya korban.

"Karena kan dia minum cairan disinfektan ya, ada erosif di daerah luring tenggorokannya. Informasi yang disampaikan rumah sakit seperti itu," jelas Damayanti.

Sebelumnya diberitakan, AS bocah asal Kampung Cijagung, Desa Bojonggaling Kecamatan Bantar Gadung, Kabupaten Sukabumi kritis setelah meneguk cairan disinfektan yang disimpan orang tuanya.

Ayah AS, Sihabudin diketahui bertugas sebagai relawan sterilisasi yang berjaga di perbatasan Banten-Sukabumi. Ia baru mendapat cairan disinfektan dari petugas BPBD untuk penyemprotan di sekitar lingkungannya. Setelah mengambil sisa cairan tersebut ia masukkan dalam botol dan disimpan di bawah kursi dalam rumahnya.


"Saya simpan sisa cairan disinfektan di bawah kursi, sementara posisi saya sedang menyemprot di sekitar rumah sambil menunggu karena saya kebagian shift dua siang ini untuk penyemprotan di perbatasan Sukabumi - Banten. Saat itu anak saya pulang bermain di antar eyangnya, mungkin haus langsung ambil sisa cairan yang saya simpan di bekas botol bekas minuman air mineral," kata Sihabudin, ayah korban melalui sambungan telepon dengan detikcom, Senin (20/4/2020).

Kasus Positif Corona Jadi 6.760 Orang, Ini Sebarannya:

(sya/mso)