Curhat Ojek Pangkalan Sulitnya Bayar Cicilan Motor di Tengah Corona

Muhammad Iqbal - detikNews
Kamis, 09 Apr 2020 12:19 WIB
Tukang ojek pangkalan di Bandunng merasakan damkap virus Corona
Tukang ojek pangkalan di Bandunng merasakan damkap virus Corona (Foto: Muhammad Iqbal)
Bandung -

Yaya Koswara (51) duduk melamun di atas motornya, ia sedang menunggu penumpang. Sehari-hari ia berprofesi sebagai tukang ojeg pangkalan di Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Sejak pagi ia belum dapat penumpang. Alhasil, pendapatannya kini terus berkurang. Di tengah merebaknya virus Corona, orang seperti Yaya termasuk dalam masyarakat yang berisiko mengalami kemiskinan atau miskin baru.

Yaya sudah hidup sendiri di usia kepala lima ini. Ia baru saja berpisah dengan istrinya. Kini, ia tak punya tempat tinggal di tempat kesehariannya bekerja. Kadang seminggu sekali ia pulang ke kampung halamannya di Ciwidey. Apabila malam datang, ia mengandalkan masjid atau halaman ruko untuk sekedar berlindung dari angin malam.

"Sampe sekarang aja saya belum narik penumpang. Ah.. jauh pisan kang, sekarang paling cuman Rp.30-40 ribu," keluh Yaya.

Yaya menunjukkan kartu ojek resmi yang ia miliki. Tertulis dalam kartu itu, 'Kartu Tanda Ojeg Kamtibmas'. Di kartu tersebut ia masih beralamat di Kampung Cijeruk, Desa Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang.

Selain itu, Yaya masih dibebankan dengan angsuran kredit motor yang ia pakai untuk mengangkut penumpang. Ia mengeluhkan pihak bank hanya memberikan 10 hari keringanan penundaan pembayaran. Namun denda tetap berjalan selama 10 hari tersebut.

"Saya masih punya cicilan satu tahun lagi. Kemarin dapat info kalo ansuran motor tetap jalan, kompensasi sepuluh hari katanya. Tapi denda tetap berlaku juga di sepuluh hari itu. 10 hari dendanya bisa sampe Rp.12 ribu," keluh Yaya.

Dalam sebulan Yaya harus membayar Rp 254 ribu. Apabila satu hari ia hanya mengumpulkan Rp 40 ribu saja, bahkan untuk biaya kesehariannya saja belum cukup.

Hal ini menunjukkan sebagian bank di lapangan masih belum mengikuti anjuran pemerintah pusat yang memberikan keringanan di situasi mewabahnya virus Corona. Yaya mengharapkan adanya keringanan dalam masa seperti ini.

"Kalau pengen mah sama Pak Jokowi tolong dibantu dilunasin, sisa setahun lagi ini motor saya," kelakar Yaya sambil penuh harap.

(mud/mud)