168 Orang di Sukabumi Jalani Rapid Test, 2 Terindikasi Positif Corona

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 20:46 WIB
Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Foto: Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Sukabumi -

Pemerintah Kabupaten Sukabumi kembali merilis perkembangan informasi terkait penanganan Covid-19 atau virus Corona di wilayahnya. Dari 168 orang yang menjalani rapid test dua di antaranya terindikasi positif Corona.

Meskipun begitu, pemkab melalui Satgas Covid-19 memisahkan kolom antara positif yang sudah terkonfirmasi virus Corona dengan positif versi rapid test.

"Terkonfirmasi positif swab 1 orang, masih dalam perawatan sudah menunjukkan keadaan umum yang baik. Sementara hasil rapid test yang telah dilakukan kepada 168 orang hasilnya terkonfirmasi rapid test 2 positif," kata Jubir Covid-19 Kabupaten Sukabumi Harun Alrasyid kepada awak media, Rabu (1/4/2020).

Untuk 2 warga tersebut saat ini dimasukkan dalam klasifikasi Pasien Dengan Pengawasan (PDP) dan sudah mendapat penanganan di RSUD Palabuhanratu yang kemudian dirujuk ke RSUD Sekarwangi, Cibadak.

"Sudah dirawat di RSUD Palabuhanratu, kemudian dirujuk ke RS Sekarwangi, saat ini kondisi umum baik dan untuk pemeriksaan swab telah dilakukan dan sudah dikirimkan ke Labkes Kemenkes," kata Harun.

Harun menjelaskan rapid test adalah screening awal untuk memudahkan pihaknya dalam melakukan pemetaan area. "Nantinya bisa jadi satu rekomendasi, akan lebih memudahkan kita melakukan pemetaan dan pengambilan untuk tindakan selanjutnya. Swab yang nanti akan menentukan hasilnya positif atau negatif," ucap Harun.

Hingga saat ini, jumlah PDP di Kabupaten Sukabumi total 44 orang, selesai 21 orang dan sudah dinyatakan sembuh. Meskipun begitu dalam protokol kesehatan status 21 orang tersebut harus tetap dilakukan pemantauan.

"Harus bisa isolasi mandiri untuk 14 hari ke depan setelah dinyatakan sembuh, sehingga tidak dilepas begitu saja. Status akhir PDP 23 orang, laki-laki 11 perempuan 12," tuturnya.

Sementara itu untuk ODP kembali terjadi peningkatan signifikan ada di angka 3.087 lalu selesai pengawasan 63 orang dan masih dalam pemantauan 3.024. Menurut Harun data penambahan ini merupakan hasil kerja keras dan kerjasama semua pihak yang telah bahu membahu membentuk satgas hingga tingkat RT.

"Di kita sudah ada mulai dari tingkat kecamatan siaga corona, desa siaga Corona, hingga ke tingkat RT dan RW siaga Corona. Posyandu juga berperan, untuk membentuk posyandu siaga Corona. Jumlahnya 3.511 Posyandu jadi kalaupun memakai sistem karantina ataupun karantina wilayah terbatas itu bisa mulai dari RW," ujar Harun.

(sya/mso)