Cegah DBD, Dinkes Jabar Anjurkan Warga Pelihara Ikan Cupang

Yudha Maulana - detikNews
Jumat, 13 Mar 2020 17:42 WIB
makanan peemcegah dbd
Ilustrasi (Foto: iStock).
Bandung -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat menganjurkan warga untuk memelihara ikan cupang atau ikan predator jentik lainnya di tempat penampungan air. Hal itu, dinilai cukup efektif untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).

"Ini cukup efektif di tempat penampungan air, kalau dikasih ikan tidak perlu diulang, kalau abate kan harus diulang, harus dikuras seminggu sekali," kata Kadinkes Jabar Berli Hamdani saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (13/3/2020).

Berli mengatakan, tak hanya cupang, ikan jenis lainnya seperti nila, ikan mas atau mujair bisa disimpan di tempat penampungan air. Ikan-ikan predator itu bisa memangsa jentik-jentik nyamuk yang muncul.

"Ikan cupang dianjurkan karena dia punya nilai ekonomi, di bak mandi juga bisa karena ukurannya relatif kecil dan tidak amis," ujarnya.

Selain itu, ia menyarankan agar warga juga menyimpan lavender atau sari dari tanaman tersebut. "Pakai minyak sirih juga bisa, daripada pakai, obat nyamuk, itu kimia dan bisa mengganggu pernafasan," katanya.

Pihaknya akan berupaya mencegah DBD dengan mencanangkan program Jumantik atau juru pemantau jentik bagi setiap orang di rumahnya masing-masing. "Yang biasanya tak terpantau itu di genangan talang air, jentik berpotensi hidup di sana, juga di setiap gantungan baju," katanya.

Sebelumnya, Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan angka kematian tertinggi akibat DBD. Tercatat 4.600 orang terjangkit, dan 16 di antaranya meninggal dunia pada triwulan pertama 2020.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar, Kabupaten Ciamis masuk ke posisi teratas daerah di Jabar dengan angka kematian tertinggi akibat DBD. Dilaporkan tiga orang dilaporkan meninggal akibat penyakit yang ditularkan nyamuk aedes aegypti itu.

Kemudian Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cirebon dan Kota Bandung yang masing-masing menelan dua korban jiwa. Disusul Kota Depok, Bogor, Sukabumi dan Tasikmalaya yang masing-masing telah jatuh satu korban jiwa.

(yum/mso)