Cegah Penimbunan Masker, Polisi Sidak Apotek dan Distributor di Cimahi

Whisnu Pradana - detikNews
Rabu, 04 Mar 2020 11:56 WIB
Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki
Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki melakukan sidak ke salah satu apotek untuk memantau ketersediaan masker (Foto: Whisnu Pradana)
Cimahi -

Polres Cimahi melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke sejumlah apotek dan distributor farmasi untuk mengecek ketersediaan stok masker dan hand sanitizer di tengah mewabahnya virus Corona. Sidak dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi adanya upaya penimbunan masker dan kebutuhan lainnya.

Sidak diawali dengan mendatangi apotek yang berada di Jalan Gatot Subroto, Kots Cimahi. Di salah satu apotek terbesar di Kota Cimahi itu, masker 3 lapis maupun masker N95 sudah tidak tersedia.

Kapolres Cimahi, AKBP M. Yoris Maulana Yusuf Marzuki, mengatakan stok di apotek habis karena tingginya permintaan dari masyarakat yang khawatir terpapar virus Corona atau Covid-19.

"Sudah kita cek tadi, ternyata memang habis. Apotek mengaku tidak dapat stok lagi sejak sebulan lalu, karena permintaan meningkat," kata Yoris saat ditemui di sela pengecekan, Rabu (4/3/2020).

Pengecekan juga dilakukan ke distributor alat kesehatan dan farmasi CBR Cibabat. Di distributor itu juga tidak ditemukan adanya stok masker maupun hand sanitizer.

"Bahkan di tingkat distributor juga kosong. Murni ini karena permintaan yang meningkat. Tapi kita tetap akan melakukan pengawasan manakala ada indikasi penimbunan masker, alat kesehatan lain, dan sembako, akan langsung diamankan dan ditindak tegas," ucapnya.

Asisten apoteker di salah satu apotek di Jalan Gatot Subroto, Suprapti mengungkapkan pihaknya saat ini terpaksa menjual masker kain lantaran stok masker 3 lapis dan masker N95 sudah tidak ada.

"Ini juga terpaksa dijual, karena ada masyarakat yang minta jual masker kain daripada tidak pakai masker sama sekali. Kami jual Rp 7.000, biasanya Rp 5.000 karena memang ada kenaikan dari distributor," katanya.

Sedangkan ketersediaan hand sanitizer, masih ada namun jumlahnya sangat terbatas. "Untuk hand sanitizer sisa kurang dari 10 biji lagi. Kita jual harga Rp 60 ribu, karena dari distributor harga juga naik," ujarnya.

Simak Juga Video "Dampak Abu Vulkanik Lebih Berbahaya Daripada Virus Corona

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)