Proyek Kereta Cepat Disetop, Begini Reaksi Warga Bandung Barat

Whisnu Pradana - detikNews
Minggu, 01 Mar 2020 19:23 WIB
Proyek Kereta Cepat di Bandung Barat
Proyek kereta cepat di Kabupaten Bandung Barat. (Foto: Whisnu Pradana/detikcom)
Bandung Barat -

Sejumlah Kampung Lebaksari, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, merespons positif pemerintah yang menyetop sementara proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).

Ghoir (35), warga setempat, mengaku sejak proyek kereta dilaksanakan, ia dan warga lainnya menjadi tidak tenang. Terlebih, saat malam pergantian tahun baru 2020 lalu, rumahnya diterjang banjir setinggi 1,5 meter.

Menurut Ghoir, penyebab banjir terparah selama 10 tahun terakhir. Ia sendiri sudah menempati rumah di kampung tersebut sejak tahun 1990-an. "Alhamdulillah kalau memang dihentikan, kalau bisa tidak perlu diteruskan. Kemarin saya jadi kebanjiran, karena pembangunan kereta cepat ini asal-asalan. Ada gorong-gorong malah tertutup tanah dari urugan proyek. Padahal itu satu-satunya saluran untuk mengalirkan air dari hulu ke hilir," kata Ghoir saat ditemui di kediamannya, Minggu (1/3/2020).

Tak hanya banjir, proyek itu juga menyebabkan wilayah tempat tinggalnya menjadi berdebu, berisik, dan tidak ramah lingkungan, terutama bagi anak-anak. "Ini kan tanahnya basah, kalau kering itu debunya sangat mengganggu. Pasti lah kalau masuk ke dalam rumah, tapi yang lebih berbahaya untuk pernafasan. Kalau sedang ada pengerjaan juga jadi berisik," ujar Ghoir.

Heru Agam, Ketua RT 04, RW 13, Desa Laksana Mekar, Kecamatan Padalarang, KBB, juga menuturkan bahwa proyek kereta cepat justru membuat masyarakat menjadi korbannya. "Kalau saya dan warga lainnya kan jadi korban retakan bangunan setelah ada aktivitas pengeboman terowongan. Memang jaraknya itu sekitar 700 meter dari permukiman, tapi yang merasakan itu kan kami. Kalau dihentikan ya bersyukur saja," tutur Heru.

Meski intensitas pengeboman sudah sangat berkurang, namun ia dan warga lainnya masih khawatir. Mengingat pembangunan terowongan belum sepenuhnya selesai.

"Masih sekitar 500 meter lagi untuk selesai. Dan nanti akan melewati perumahan kami, jaraknya hanya 70 meteran dari rumah, jadi bisa dibayangkan nanti dampaknya akan bagaimana kalau ada pengeboman lanjutan. Bakal ambruk rumah kami," kata Heru.

(bbn/bbn)