Tulang Manusia Berserakan dan Cerita Mistis Pasca Longsor di TPU Bogor

Farhan - detikNews
Sabtu, 29 Feb 2020 11:43 WIB
Makam TPU bogor longsor
Foto: Kain kafan menggantung di tebing TPU Bogor yang longsor (Farhan/detikcom)

Sejak kejadian longsor pertama, kata Husein, susana malam di sekitar tempat tinggalnya menjadi sedikit angker. Ia dan warga lainnya kerap mengalami kejadian mistis.

"Ya pokonya sejak kejadian pertama itu, disini jadi 'ramai' kalau malam hari. Sering dengar suara orang nangis, suara minta tolong. Pernah kita samperin, kita cek, tapi enggak ada siapa-siapa, sering kejadiannya," cerita Husein.

"Kadang ada suara benda jatuh, suaranya kencang sekali. Pas dicek ngga ada apa-apa. Kebetulan disini juga kan ngga ada pohon yang buahnya besar, seperti kelapa atau apa," tambahnya.

Ketua Rt 03/06 Kampung Nangerang, Kelurahan Ranggamekar, Dede Karmaji menyebut longsor diduga terjadi akibat tanah yang labil di bagian atas tebing. Sementara tanah di bagian bawah tebing terus terkikis oleh aliran sungai cigading.

"Awalnya luas lahan makam ada sekitar 4.000 meter, sekarang habis terkikis karena longsor, sisanya tinggal sekitar 1.500-2.000 meter. Sering longsor, banyak makam yang hilang juga," katanya.

Untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah makam yang hilang terbawa longsor, Pemkot Bogor kemudian merelokasi sedikitnya 8 makam ke tempat yang lebih aman. Tiga di antaranya merupakan makam yang kain kafannya menggantung di tebing yang longsor.

"Hari ini insyaallah ada 8 makam yang direlokasi. Posisinya, 3 (jenazah) yang menggantung di tebing, lainnya itu berada di tempat rawan terbawa longsor," kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat menghadiri proses evakuasi dan relokasi makam yang menggantung, Jum'at (27/2/2020).

8 makam yang berhasil dievakuasi dari tebingan, kemudian dimakamkan kembali ke dalam satu lubang baru yang posisinya dianggap lebih aman. Jaraknya, hanya sekitar 30 meter dari tebingan.

"Tadi yang sudah dikebumikan 3, dan 1 yang sudah teridentifikasi, atasnama Mahfud tadi juga keluarga dan ahli waris menyaksikan. Kemudian warga dan BPBD secara bertahap akan melakukan relokasi untuk makam yang lain yang sangat rawan posisinya. Jadi kita ingin semua diperhatikan jangan sampai nanti kemudian terjadi lagi longsor dan terbawa lagi," ujar Bima.

Halaman

(mso/mso)