Terduga Pemerkosa Anak Pemulung di Indramayu Belum Jadi Tersangka

Sudirman Wamad - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 16:24 WIB
ilustrasi pemerkosaan
Ilustrasi pemerkosaan (Foto: Luthfy Syahban)
Indramayu -

Gadis berinisial S (14) warga Kecamatan Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu, diduga menjadi korban pemerkosaan dua pria bejat. Polisi telah memanggil sejumlah saksi terkait kasus tersebut.

"Telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, termasuk korban maupun orang tua korban. Terlapor juga sudah dimintai keterangan," kata Kapolres Indramayu AKBP Suhermanto saat dihubungi detikcom, Kamis (27/2/2020).

Suhermanto menyatakan, sampai saat ini belum ada tersangka terkait kasus pemerkosaan tersebut. Semua yang diperiksa masih bertatus saksi. "Ya statusnya masih saksi semua," katanya.

Lebih lanjut, Suhermanto mengatakan selain memeriksa saksi-saksi, pihaknya juga melakukan pendampingan psikologis terhadap korban. Petugas berupaya mengembalikan kondisi psikologis korban. Sebab, korban mengaku trauma akibat aksi bejat dua pria warga Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi bejat kedua pria Indramayu itu bermula saat korban mengantar adiknya sekolah. Lokasinya tak jauh dari kediaman korban di Kecamatan Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu. Usia mengantar adiknya, S mampir ke rumah temannya dan mengajaknya memancing di sekitar pintu air atau bendungan di wilayah tersebut.

Kemudian, pelaku mencegat dan mencekoki korban dengan minuman keras (miras) hingga tak sadarkan diri. Korban pun kaget saat tersadar. "Sadar itu sekitar pukul 17.00 WIB sore, kejadian dicekoki itu pagi pukul 07.00 WIB. Saat sadar korban sudah berada di tempat pelaku di Kecamatan Kroya," Koordinator Daerah Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PA) Kabupaten Indramayu Adi Wijaya saat dihubungi detikcom, Sabtu (22/2/2020).

Adi menerangkan saat tersadar korban dalam kondisi setengah bugil, hanya memakai baju. Ia diduga diperkosa pelaku sebab kemaluan korban berdarah. Korban juga merasakan sakti di bagian kemaluannya.

"Pelaku langsung menyuruh korban pulang. Kejadian kan tanggal 11, korban tak berani cerita awalnya. Pada Sabtu (15/2), korban cerita ke pamannya. Hingga akhirnya sampai ke orang tua korban," katanya.

Adi menyebutkan korban merupakan anak pemulung yang putus sekolah. Saat ini korban mengalami depresi.

Simak Juga Video "Deddy Corbuzier: Kalau Bayi Tak Boleh Digugurkan, Pemerkosa Harus Dihukum Mati"

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)