Dua Napi Teroris di Lapas Sentul Asal Bandung Hirup Udara Bebas

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 13:04 WIB
Yoki Chandra (kedua-kiri) berbincang dengan Petugas Bapas Kelas II Bandung.
Yoki Chandra (kedua dari kiri) berbincang dengan petugas Bapas Kelas II Bandung. (Foto: dok. Istimewa)
Bandung -

Dua orang napi teroris, Yoki Chandra, warga Kabupaten Bandung, dan Wachidun, warga Kota Bandung, menghirup udara bebas setelah ditahan di Lapas Kelas II-B Sentul Bogor, Jawa Barat.

Dari informasi yang dihimpun, dua napi teroris ini mendekam di balik jeruji besi sejak 17 Juli 2017. Setelah menjalani masa tahanan, keduanya bebas pada Jumat (14/2/2020).

"Yoki dan Wachidun diantarkan langsung petugas BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Teroris) dan petugas lapas ke rumah masing-masing," kata Pembimbing Kemasyarakatan Madya Balai Permasyarakatan (Bapas) Kelas II Bandung Budiana setelah menggelar acara teleconference Resolusi Permasyarakatan bersama Dirjen Permasyarakatan di kantor Bapas Bandung, Kamis (27/2/2020).

Seperti diketahui, Yoki ditangkap atas dugaan ingin melakukan aksi teror di Jalan Braga dan Stadion GBLA. Sedangkan Wachidun mengetahui perencanaan aksi teror bom bunuh diri di Kampung Melayu.

"Keduanya merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Mundiriyah Bandung Raya," ucap Budiana.

Dia menyebut keduanya selesai menjalani hukuman dan mengakui NKRI. "Dia sudah baik dan mengakui NKRI," katanya.

Menurutnya, keduanya bebas bersyarat dan diwajibkan melakukan wajib lapor ke Bapas Kelas II Bandung. "Mereka wajib lapor sebulan sekali, masih dalam pengawasan," ucapnya.

Selain itu, Yoki dan Wachidun harus mengikuti bimbingan bersama dua napi teroris lainnya yang terlebih dahulu bebas, yakni Ainul Bahri dan Tatang Mulyadi, dari Kabapas Kelas II Bandung Bambang Ludiro.

"Mereka wajib mengikuti bimbingan kelompok teroris. Berarti sekarang ada empat orang yang dibimbing, materinya ya penguatan NKRI. Selain kepada mantan napi teroris itu, kami juga sosialisasi kepada keluarganya," ujar Budiana.

(wip/mso)