Inspiratif! Milenial Pangandaran Ini Sudah Telurkan 7 Novel

Faizal Amiruddin - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 12:18 WIB
Milenial asal Pangandaran ini sudah bikin tujuh novel di usia 19 tahun
Penulis novel asal Pangandaran, Jienita Klistina (19) (Foto: Istimewa)
Pangandaran -

Kisah inspiratif datang dari seorang millenial Kabupaten Pangandaran, Jienita Klistina (19) warga Dusun Bojongjati Desa Pananjung Kecamatan/Kabupaten Pangandaran.

Hobi menulis yang ditekuninya telah memberi jalan bagi dia untuk berbagi dengan sesama. Mahasiswi semester IV Fikom Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Padjadjaran (UNPAD) Pangandaran ini telah menelurkan 7 judul novel. Seluruh royalti yang diterima dari penerbit, dia sumbangkan untuk fasilitas keagamaan di lingkungannya.

"Saya menulis sejak masih SMP, saya merasakan kebahagiaan jika menulis. Suka aja, menuangkan isi kepala ke dalam tulisan," kata Jienita, Kamis (27/2/2020).

Proses kreatif dia jalani dengan berbagai cara. Inspirasi menulis dia dapat dari pengalaman pribadi, curhatan teman dan lainnya."Proses kreatif mengalir saja. Tidak harus ribet, yang penting terus menulis, ide atau inspirasi terkadang datang tiba-tiba," katanya.

Bakat menulis Jienita sudah terlihat sejak kecil. Ketika teman-temannya masih menulis pengalaman berlibur di rumah nenek, Jienita sudah menuangkan cerita-cerita yang berlaku dalam tulisannya.

"Membuat novel bagi saya hanya sekedar hobi, daripada tulisan saya terbuang ke tempat sampah lebih baik dikasih ke penerbit untuk dibuat novel," kata Jienita.

Saat masih di bangku SMK, dia mencoba menawarkan novelnya kepada sebuah penerbit. Gayung bersambut, penerbit menyukai karyanya."Ya walaupun penerbit indie, tapi karya saya sudah bisa menyebar dan dibaca orang. Itu satu hal yang membanggakan," katanya.

Setelah itu produktifitasnya meningkat, hingga tercipta 7 judul novel. Judul novelnya Berhenti Berharap, Aku Cinta Dia, Hijrahku, Love Quotes, Masih Menunggu, Bintang Jatuh, Cinta Dalam Diam dan Then Came You.

"Kalau yang Then Came You, masih dalam tahap revisi. Judul novel ini yang paling saya suka. Gue bangetlah," kata anak tunggal pasangan suami istri Suryaji dan Eni Jie ini.

Jienita berharap karya-karyanya bisa dinikmati masyarakat sebagai bagian upaya menggenjot minat baca yang belakangan semakin menurun. "Kalau impian dan harapan banyak ya, tapi yang pasti saya akan terus berkarya saja. Karena menulis itu menyenangkan," pungkas Jienita.

(mud/mud)