UPI Bandung Segera Buka Fakultas Kedokteran

Siti Fatimah - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 16:15 WIB
UPI segera buka fakultas kedokteran
Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Asep Kadarohman (Foto: Siti Fatimah)
Bandung -

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) segera membuka Fakultas Kedokteran. Rektor UPI Asep Kadarohman menyebut persiapan fakultas baru ini sudah mencapai 70 persen. ⁣⁣
⁣⁣
"Persiapan kita sudah hampir 70 persen. Selama ini dipersiapkan dengan ketentuan yang berlaku dan masih dalam proses, karena ada banyak proses yang harus dilalui," kata Rektor UPI kepada wartawan di Gymnasium UPI pada Rabu (26/2/2020).⁣⁣
⁣⁣
Persiapan yang dimaksud ialah mendapatkan perizinan dari Majelis Wali Amanat, kemudian kurikulum pendidikan masih dalam proses penyelesaian, pemenuhan sarana dan prasarana, seperti bangunan untuk fakultas dan lain-lain. Asep menuturkan Fakultas Kedokteran UPI nantinya akan memiliki perbedaan dan lebih berfokus pada fisikal. ⁣⁣
⁣⁣
"Harapannya dapat men-support para atlet, karena sekarang tidak cukup dengan konvensional, kebutuhan teknologi, juga kebutuhan kesehatannya. Kedua, FK kita memiliki program studi yang berkaitan dengan berkebutuhan khusus," ungkap dia.



Program studi yang berfokus pada penanganan difabel ini diharapkan ke depannya memberi manfaat pada para difabel untuk beradaptasi, lebih mandiri, dan sehat, sehingga dapat berkembang seperti rekan-rekannya yang lain. ⁣⁣
⁣⁣
Tantangan terbesar dalam mendaftarkan pengajuan Fakultas Kedokteran terletak pada perizinan yang diajukan pada Lembaga Akreditasi Mandiri Kesehatan dan Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Dokter. ⁣⁣
⁣⁣
Selain membuka Fakultas Kedokteran, Rektor UPI, yang akan berakhir masa jabatannya pada 16 Juni mendatang, juga merencanakan program studi lain, terutama di kampus daerah. Seperti di kampus Serang membuka program studi Logistik Kelautan karena berkonsentrasi pada potensi daerah, kemudian di kampus Purwakarta akan dibuka program studi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence).⁣⁣
⁣⁣
"Itu saya kira suatu program studi yang memiliki prospek ke depan, karena 4.0 sekarang salah satunya memiliki warna kecerdasan buatan. Selain itu, kita harus menguasai teknologi, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara," jelasnya.

(mud/mud)