Bawaslu: Pilkada Kabupaten Serang Paling Rawan di Pulau Jawa

Bahtiar Rifa - detikNews
Selasa, 25 Feb 2020 17:34 WIB
ilustrasi pilkada serentak 2015
Foto: Ilustrasi oleh Zaki Alfarabi
Serang -

Indeks Kerawanan Pemilu atau IKP yang dikeluarkan Bawaslu Republik Indonesia menunjukan bahwa Pilkada Kabupaten Serang paling rawan se-Pulau Jawa. Meski ada di urutan 13 secara nasional, tapi angka kerawanan pilkada di daerah ini mencapai 66,04 di antara kabupaten dan kota lain yang menyelenggarakan Pilkada 2020.

"Indeks kerawanan pemilu Kabupaten Serang urutan 13 nasional, (tapi) tertinggi se-Pulau Jawa," kata Ketua Bawaslu Banten Didih M Sudih kepada wartawan di Serang, Banten, Selasa (25/2/2020).

Indeks kerawanan ini sendiri disampaikan secara nasional oleh Bawaslu RI di Jakarta. Ada empat dimensi yang menjadi ukuran Bawaslu untuk menilai kerawanan di suatu daerah.

Pertama adalah konteks sosial politik dengan subdimensi keamanan lingkungan sampai relasi kuasa di tingkat lokal. Kedua, dimensi pemilu yang bebas dan adil dengan subdimensi pelaksanaan kempanye, hak pilih, pengawasan Pemilu dan ajudikasi keberatan Pemilu. Ketiga, dimensi kontestasi mulai dari subdimensi hak politik, pencalonan, dan kampanye calon. Terakhir dimensi partisipasi mulai dari partisipasi pemilih, partai dan publik.

Didih menjelaskan, indeks kerawanan ini erat kaitannya dengan kejadian atau perkara di Pemilu 2019 dan pilkada sebelumnya di Kabupaten Serang. Ada beberapa langkah antisipasi yang perlu dilakukan Bawaslu dengan mengoptimalkan pencegahan agar tidak terjadi pelanggaran.

Secara operasional, Bawaslu juga katanya akan mengintensifkan koordinasi dengan KPU dan pihak lain. Kemudian melakukan pendidikan ke warga soal kerawanan dan pelanggaran. Terakhir sebagai pengawas pemilu, Bawaslu mendorong peningkatan keterbukaan informasi untuk Pilkada Serang 2020.

(bri/mso)