Polisi Tolak Penangguhan Penahanan Raden Rangga Sunda Empire

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 20 Feb 2020 16:01 WIB
Raden Rangga Sunda Empire
Raden Rangga (Foto: Baban Gandapurnama/detikcom)
Bandung -

Petinggi Sunda Empire, Raden Rangga Sasana, batal keluar dari ruang tahanan Mapolda Jabar. Polisi menolak penangguhan penahanan yang diajukan Rangga.

"Penangguhan penahanannya tidak dipenuhi," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso saat dihubungi, Kamis (20/2/2020).

Erlangga menyatakan penolakan itu merupakan kewenangan penyidik. Pihaknya tak menjelaskan secara rinci terkait alasan penolakan penangguhan penahanan itu.

"Ya kalau alasan penyidik kan bisa subjektif. Ya alasan itu nggak bisa kita sampaikan ke publik, penyidik memiliki otoritas," tuturnya.

Namun, sambung Erlangga, secara umum, berdasarkan KUHP, penolakan bisa karena kekhawatiran penyidik tersangka melarikan diri. Hal itu jugalah yang menjadi dasar penyidik menahan Rangga.

"Kemudian dikhawatirkan yang bersangkutan mengulangi perbuatan dan menghilangkan barang bukti. Itulah alasan penyidik melakukan penahanan, sesuai KUHAP," katanya.

"Terkait dia mengajukan penangguhan, itu haknya memang, tapi penyidik juga memiliki otoritas kewenangannya. Dia melihat mungkin tersangka ini tidak layak untuk dilakukan penangguhan penahanan, kan begitu," Erlangga menambahkan.

Polisi menjerat Rangga dengan Pasal 14 dan 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong yang menimbulkan keonaran. Selain Rangga, polisi menetapkan tersangka terhadap Nasri Banks sang perdana menteri dan Rd Ratna Ningrum selaku kaisar atau ibunda ratu agung.

Belakangan, Rangga mengajukan penangguhan penahanan melalui kuasa hukumnya, Misbahul Huda. Penangguhan dilakukan dengan alasan Rangga memiliki wawasan kebangsaan yang perlu disosialisasikan.

Tonton juga video Pengakuan Rangga dari Balik Jeruji, Masih Jadi Jenderal NATO:

[Gambas:Video 20detik]

(dir/bbn)