DPMPTSP KBB Belum Tau soal Pembangunan Waterboom di Sesar Lembang

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 20 Feb 2020 14:09 WIB
Pembangunan waterboom di Gunung Batu Lembang, Bandung Barat
(Foto: Whisnu Pradana) lokasi pembangunan waterboom yang diprotes warga
Bandung Barat -

Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) ternyata belum tahu adanya rencana pembangunan waterboom di Kampung Suka Tinggal RT 01/RW 02, Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Hal tersebut diakui langsung oleh Kepala DPMPTS KBB, Ade Zakir. Padahal proyek pembangunan waterboom tersebut berada tepat di garis Sesar Lembang dan Kawasan Bandung Utara (KBU).

Pembangunan waterboom tersebut merupakan proyek dari PT. DAM Anugerah Pondok Mandiri selaku pengembang Agrowisata Noah's Park.

"Itu mah saya belum tahu lokasinya, enggak bisa kasih konfirmasi takut salah, takutnya jadi fitnah," ujar Ade saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis (20/2/2020).

Pihak PT. DAM Anugerah Pondok Mandiri sendiri mengklaim sudah mengantongi sejumlah perizinan, termasuk di dalamnya rekomendasi jalan masuk dan site plan dari Dinas PUPR KBB dan untuk selanjutnya akan dilakukan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), SlF, dan izin usaha.

"Saya mesti cek dulu, takut salah," kata Ade Zakir.

Klaim izin yang sudah dikantongi pihak pengembang di antaranya izin tetangga diketahui Ketua RT/RW, Desa dan Camat, Keterangan Rencana Ruang No. 057/550/BAPPELITBANGDANG KBB tanggal 19-10-2017, pertimbangan Teknis dan Sarana Bina Marga dan Penataan Ruang Prov Jabar nomor 503/25/Bid PR tgl 18-01-2018.

Kemudian, rekomendasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Bandung Utara (KBU) nomor 640/102/17.2.02.0/DPMPTSP PROP JABAR tgl 03-02-2018, izin pertimbangan teknis pertanahan BPN KBB, nomor 11/2019 tanggal 17-05-2019.

Lalu izin lokasi dari DPMPTSP KBB nomor 503/017/IPPL-DPMPTSP/2019 tgl 22 Juli 2019, rekomendasi Teknis Piel Banjir dari Dinas PUPR KBB, rekomendasi UKL/UPL dari Dinas Ling Hidup KBB, rekomendasi andalalin dari Polres Cimahi dan Dinas Perhubungan KBB.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup KBB, Apung Hadiat Purwoko, mengatakan pihaknya belum menerbitkan rekomendasi UPL/UKL yang diklaim sudah dikantongi pengembang.

"Belum kang, baru pengajuan tapi belum kami bahas. Mungkin yang dipegang baru draftnya," kata Apung.

Tak hanya penolakan dari warga sekitar, saat ini turut muncul petisi penolakan pembangunan waterboom di Gunung Batu Lembang, yang digagas oleh salah satu aku media sosial. Petisi tersebut sudah ditandatangani oleh 528 orang dari target 1000 orang yang menandatangani petisi.

Akun Halisha Sasha yang menandatangani petisi berkomentar "khawatir kondisi bandung". Sementara akun Fariz Pebrian berkomentar "Saya menandatangani petisi ini karena atas dasar tidak setuju dengan adanya pembangunan Waterboom di kawasan Sesar Lembang".

(mud/mud)