Usai Galuh 'Brutal', Ridwan Saidi Sebut Tak Ada Candi di Situs Batujaya

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Senin, 17 Feb 2020 15:44 WIB
budayawan Betawi Ridwan Saidi
Ridwan Saidi (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Karawang -

Usai menyebut tidak ada kerajaan di Ciamis dan mengartikan galuh ialah brutal, budayawan Betawi, Ridwan Saidi, kembali mengungkapkan hal kontroversial. Dalam akun YouTube Macan Idealis, Ridwan berseloroh jika tak ada satupun candi di Situs Batujaya Karawang.

Menurut Ridwan, bangunan yang ada di Situs Batujaya bukan candi Budha yang dibuat zaman Kerajaan Tarumanegara. Candi Jiwa di Situs Batujaya menurut Ridwan hanyalah makam dari Raman, pengikut Ratu Syeba dari Ethiopia.

Pernyataan itu terdapat dalam video berjudul 'Geger !! Akhirnya Terungkap Rahasia Dibalik Sejarah Situs Batu Jaya dan Kebohongan Sejarah'."Di (situs) Batujaya itu bukan candi. Kalau kita bicara dengan penduduk, penduduk mengatakan itu unur. Bukan candi," kata Ridwan saat menjawab pertanyaan Vasco Ruseimy yang diunggah pada Senin pagi (17/2/2020).

Ridwan amat yakin jika di Situs Batujaya tak ada satupun candi. Ia lantas mengklaim menukil pernyataan Bujangga Manik dalam naskah Sunda lama, Lalampahan Bujangga Manik. Menurut Ridwan, saat sampai di Batujaya, Bujangga Manik tak menyebut kata candi di sana. Menurut Ridwan Bujangga Manik menyebut situs Batujaya dengan 'Ramaena'.

Apakah Ramaena? Menurut Ridwan, Ramaena berasal dari kata Raman atau Tuanku Raman.

"Bujangga Manik dari abad ke 14 mengatakan jika melewati suatu bangunan yang beliau katakan itu ramanea atau keramanan. Kata dasarnya Raman. Lalu kita bertanya siapa Raman ? Kalau kita bicara dengan penduduk, saya 20 tahun lalu bicara dengan penduduk itu mereka mengatakan Tuanku Raman. Geovani, historian Italia dari abad 15 menyatakan Raman ini adalah rombongan Queen of Sheba," tutur Ridwan.

Simak Video "Polemik 'Galuh Brutal', Warga-Tokoh Minta Ridwan Saidi Sambangi Ciamis"

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2