Warga Desa Cihampelas Tanam Pohon Pisang di Jalan Berlubang

Wishnu Pradana - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 17:07 WIB
Jalan rusak di bandung barat ditanami pohon pisang
Foto: Wishu Pradana
Bandung Barat -


Warga Desa Cihampelas Kabupaten Bandung Barat menanam pohon pisang di Jalan Raya Cihampelas-Cililin yang rusak parah. Ini sebagai bentuk protes warga yang menuntut jalan segera diperbaiki.

Menurut Hambali (62), pengemudi ojek setempat, jalan yang rusak dan berlubang sangat mengganggu dan membahayakan pengendara, terutama roda dua.

"Memang itu warga sini yang tanam. Kemungkinan dari hari Kamis kemarin sudah ada. Kondisi jalannya memang rusak parah, jadi warga protes dengan cara itu," tutur Hambali saat ditemui di Jalan Rata Cihampelas-Cililin, Jumat (14/2/2020).

Di batang pohon pisang juga dipasangi kertas bekas kardus bertuliskan 'Jalan Propinsi Loba Legok/Lobang', 'Bandung Barat Teu Bisa Lumpat', serta 'Dinas Terkait Kamarana,'

"Memang rusaknya sudah lama tapi tidak diperhatikan sama sekali. Berbahaya itu kalau sudah hujan deras, lubangnya digenangi air jadi tidak terlihat. Motor yang ngebut bisa jatuh," katanya.

Asep Rohimat (45), pengemudi ojek lainnya, mengungkapkan akibat jalan berlubang tersebut sudah ada beberapa pengendara motor yang menjadi korban.

"Seingat saya, ada sekitar lima kejadian motor yang jatuh akibat lubang itu. Rata-rata malam semua karena memang gelap kondisinya," tuturnya.

Warga dan pengemudi ojek sudah mencoba menutupi lubang-lubang itu dengan material seadanya seperti batu dan pasir namun terus tergerus oleh air hujan sehingga kembali berlubang.

"Karena tadi macet parah, jadi diangkat dulu aja pohon pisangnya. Kemungkinan nanti malam ditanam lagi biar enggak membahayakan dan sebagai tanda aja," jelasnya.

Kepala Desa Cihampelas Asep Mulyadi menilai aksi tanam pisang di jalan berlubang itu bukan bentuk protes warga, namun sebagai tanda hati-hati bagi pengguna jalan yang melintas.

"Kalau enggak ditandai sama pohon pisang, bahaya. Lubang tergenang air kan tidak terlihat oleh pengendara, bisa jatuh. Itu hanya tanda aja, bukan protes," kata Asep saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (14/2/2020).

Menurut Asep, Jalan Cihampelas-Cililin tersebut mulai rusak ketika terus-menerus diguyur hujan beberapa minggu belakangan ini.

"Rusaknya belum lama. Kerusakan di jalan itu sekitar 300 meter, jadi tidak hanya yang berlubang dan ditanami pohon pisang itu saja yang rusak," bebernya.

Kepala Bidang Jembatan dan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) KBB, Aan Sofyan, mengatakan bahwa perbaikan Jalan Cihampelas-Cililin telah masuk dalam agenda kerja tahun 2020 ini.

Saat ini proses untuk peebaikan ruas jalan tersebut masih dalam tahap lelang. Kemungkinan pengerjaan fisik baru bisa dilaksanakan pada pertengahan 2020.

"Masuk tahun ini, sekarang lelang dulu. Kalau lancar, bisa dikerjakan pertengahan tahun (perbaikannya)," ujar Aan.

(ern/ern)