Prostitusi di 'Tatar Santri', Pemkab Cianjur Siap Tindak Pemilik Vila-Turis Asing

Ismet Selamet - detikNews
Kamis, 13 Feb 2020 18:14 WIB
Plt Bupati Cianjur Herman Suherman.
Plt Bupati Cianjur Herman Suherman (Foto: Ismet Selamet/detikcom)
Cianjur -

Pemkab Cianjur siap menindak tegas vila yang dijadikan tempat prostitusi. Pemkab rencananya berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi untuk memproses turis asing yang 'berwisata' seks di kota berjuluk Tatar Santri ini.

Langkah itu diambil setelah terungkapnya kasus prostitusi di kawasan Vila Kota Bunga, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, oleh Polres Cianjur. Dua muncikari ditetapkan sebagai tersangka.

Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan Cianjur memang ditargetkan menjadi destinasi wisata dunia dengan wisata alam yang tersebar hampir di setiap wilayah.

"Tapi bukan berarti datangnya wisatawan asing terutama dari Timur Tengah ke Cianjur ini malah dimanfaatkan untuk aktivitas prostitusi. Itu tidak dibenarkan dan malah mencoreng Cianjur sebagai daerah yang berakhlakul karimah," kata Herman kepada detikcom saat ditemui di Pendopo Cianjur, Kamis (13/2/2020).

Menurutnya, guna mengantisipasi kegiatan prostitusi menjamur di Cianjur, Pemkab akan melakukan berbagai langkah tegas. Salah satunya dengan menindak pemilik vila yang menyewakan tempatnya untuk aktivitas tersebut.

"Apalagi kalau ternyata vilanya bukan izin untuk disewakan, melainkan izin hunian, pasti akan kami tindak tegas," ucap Herman.

Tonton juga Begini Pengakuan Muncikari Prostitusi Online yang Digerebek Andre Rosiade :

Selanjutnya
Halaman
1 2