Inggris Pilih Bandung untuk Program Kota Masa Depan

Wisma Putra - detikNews
Selasa, 11 Feb 2020 10:47 WIB
Dubes Inggris bersama wakil wali kota bandung
Foto: Wisma Putra/detikcom
Bandung -

Pemerintah Inggris memilih Kota Bandung untuk Program Global Kota Masa Depan. Program ini merupakan proyek yang berfokus pada pengembangan sistem transportasi umum yang terintegrasi juga meningkatkan kapasitas pemerintah dalam manajemen transportasi.

Program ini diluncurkan Dubes Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins dan Wakil Wali Kota Bandung di Gedung Planning Gallery Kota Bandung, Jalan Aceh, Selasa (11/2/2020).

Owen Jenkins mengatakan Bandung dipilih pada program ini karena merupakan salah satu kota penting di Indonesia.

"Bandung termasuk salah satu kota yang penting di Indonesia, kota yang memiliki sejarah. Kota yang sangat penting untuk memperbaiki problematika di sini. Jika bandung memiliki urban transportation yang bagus, urban planning yang tepat, tentu akan menjadi model kota yang baik sehingga kota-kota lain bisa mencontoh Bandung," kata Owen seusai launching.

Menurutnya, selain Kota Bandung, Surabaya dipilih untuk Program Global Kota Masa Depan. "Kita punya tema yang berbeda, di Bandung kita fokus pada urban transport dan urban planning. Sedangkan di Surabaya kita lebih melihat aspek ketahanan dan perencanaan kota. Karena berbeda, kita harus memberikan support yang berbeda kepada dua kota tersebut," jelasnya.

Inggris Pilih Kota Bandung untuk Program Kota Masa DepanFoto: Wisma Putra


Saat disinggung apakah di Inggris ada kota yang menyerupai Bandung, Owen menyebut London dan Manchester. Kedua kota itu memiliki persoalan yang sama.

"Saya pikir banyak tantangan yang harus diselesaikan di Bandung. Di Inggris seperti pembangunan Kota London dan Manchester dengan persoalan yang kita hadapi sebelumnya. Karena di dua kota itu permasalahannya sama, yaitu pertumbuhan yang sangat cepat, makanya butuh adaptasi pengembangan teknologi urban transport dan masalah kualitas udara (air quality) dan energi yang bersih. Semua itu tantangan yang kita hadapi di masa lalu," jelasnya.

"Dan kita ingin share pengalaman tersebut dengan Bandung dan Surabaya," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana berterima kasih kepada pemerintah Inggris yang telah memilih Kota Bandung sebagai pilot project kota yang memiliki integrasi sistem transportasi massal.

"Kami atas nama Pemerintah Kota Bandung mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Inggris yang memilih Kota Bandung sebagai salah satu pilot project pengembangan kerja sama integrasi sistem transportasi massal," kata Yana.

Yana berharap program itu dapat bermanfaat bagi masyarakat. Seperti diketahui, masyarakat ingin beralih ke transportasi massal, tapi dengan kepastian waktu.

"Dengan sistem yang dikembangkan oleh pemerintah Inggris, kita tahu misalkan kita diam di satu shelter dan menuju ke satu tujuan dengan aplikasi, kita bisa tahu dari shelter kita saat ini mau ke titik tujuan itu kira-kira berapa lama dan pakai apa," ujarnya.

Inggris Pilih Kota Bandung untuk Program Kota Masa DepanFoto: Wisma Putra


Program ini akan mengintegrasikan transportasi massal, di antaranya LRT, bus, angkutan umum, dan lainnya, sehingga masyarakat semakin mudah memilih transportasi massal yang mau digunakan.

"Kita baru punya TMB, baru lima koridor. Sebetulnya, kalau transportasi massal, khususnya bus banyak koridor, semakin terintegrasi dan orang pasti akan pindah. Karena kalau baru satu koridor orang itu belum (mau), tapi kalau terkoneksi dan banyak koridor mudah-mudahan (pindah), apa lagi ini terintegrasi dengan transportasi massal lain," pungkasnya.

(ern/ern)