Dana Bencana di Jabar Dikurangi, BPBD: Masih Ada dari Pusat

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 10 Feb 2020 15:16 WIB
Longsor di Bandung Barat menimbun dua warga
Ilustrasi, longsor di Bandung Barat beberapa waktu lalu/Foto: Istimewa
Bandung -

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran tanggap bencana Rp 25 miliar untuk tahun 2020. Jumlah tersebut, berkurang drastis dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 50 miliar.

Soal pengurangan anggaran ini diungkap Anggota DPRD Jabar Wahyu Wijaya saat mengkritisi revitalisasi Gedung Sate, Gedung Pakuan, dan Taman Saparua.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Jawa Barat Budi Budiman Wahyu mengakui terjadi efisiensi anggaran, namun ia belum mengetahui rinciannya.

"Sebetulnya, kalau saya secara anggaran tidak mengetahui, tapi memang pada saat ini ada efesiensi dan berimbas pada bidang-bidang," kata Budi saat dihubungi, Senin (10/2/2020).

Menurutnya, untuk penanganan bencana sebenarnya tak hanya melulu dana bantuan berasal dari provinsi. "Anggarannya jadi kurang saja untuk penanganan, tapi ya kami masih menangani, tidak menjadi kendala. Kan masih ada dari pusat atau yang lainnya," katanya.


Selain itu, kata Budi, dibentuk juga Jabar Resilience Culture Province (JRCP) atau provinsi tangguh bencana. "Kami sudah bentuk JRCP, jadi mitigasinya secara struktural dikerjakan OPD terkait," katanya.

Saat ini, ujar Budi, Jabar masih diintai bencana hidrometerologi, karena curah hujan yang tinggi. Penyebarannya pun cukup merata di sejumlah wilayah Jabar.

"Dampaknya nanti kepada bencana banjir, puting beliung banjir bandang. Kalau hidrometerologi hampir semua wilayah Provinsi Jawa Barat, baik di utara, tengah dan selatan. Tapi untuk pergerakan tanah ada di Jabar bagian selatan," ujarnya.

Simak Juga Video "BPBD Jakarta Siapkan Toa Rp 4 M, Apa Kata Warga?"

[Gambas:Video 20detik]

(ern/ern)