Pengakuan Pegawai Ramen Bunuh-Buang Edward ke Jurang: Saya Terlilit Utang

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 06 Feb 2020 12:26 WIB
Para pelaku pembunuhan Edward Silaban
Foto: Para pelaku pembunuhan Edward Silaban (Wisma Putra/detikcom)
Kabupaten Bandung -

Polisi telah menetapkan LT sebagai tersangka sekaligus otak pembunuhan Edward Silaban. LT nekat menghabisi nyawa Edward lantaran terlilit utang.

"Motifnya karena utang piutang pak," kata LT saat dimintai keterangan oleh Wakapolresta Bandung AKBP Antonius Agus di Mapolresta Bandung, Jalan Bhayangkara Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (6/2/2020).

LT mengaku meminjam uang kepada korban sebesar Rp 150 juta. Setiap hari dia harus menyetor uang sebesar Rp 1,2 juta kepada korban sebagai cicilan utangnya.

"Kalau dulu (cicilannya setiap hari) Rp 2 juta, sekarang menjadi Rp 1.250.000," ucap LT.

Dari Rp 150 juta yang dipinjam, LT mengaku, sudah mengembalikan sebesar Rp 70 juta. Dia telah mencicil utangnya itu selama satu setengah bulan.

"Pinjam Rp 150 juta, yang kebayar kurang lebih Rp 70 juta. Sisanya hampir Rp 90 juta, baru berjalan satu setengah bulan," ucapnya.

LT mengaku, memilih untuk membunuh Edward karena tidak punya jalan lain untuk menyelesaikan permasalahan utangnya.

"Saya terlilit utang. Kesatu udah pusing banget, kedua pikiran saya bahwa utang lunas si abang itu enggak ada," katanya.

Saat disinggung hubungan dengan korban, LT menyebut Edward merupakan seorang yang suka meminjamkan uang. "Peminjam uang," ujarnya.

Sekadar diketahui, Edward Silaban dilaporkan hilang pada Kamis (27/1). Saat itu keluarga sudah melaporkannya ke polisi. Beberapa hari kemudian, sepeda motor milik korban ditemukan di gudang kosong area belakang kedai ramen, Jalan Raya Gandasari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Polisi kemudian bergerak menyelidiki kasus tersebut dan menyimpulkan Edward menjadi korban pembunuhan. Tidak lama setelah itu polisi juga berhasil menemukan jasad korban di bawah jurang di kawasan Kabupaten Bandung Barat. Saat ini polisi telah menangkap tujuh pelaku pembunuhan tersebut.

(mso/ern)