BBKSDA Jabar Selamatkan Dua Ular Mematikan di Cirebon

Sudirman Wamad - detikNews
Kamis, 30 Jan 2020 15:40 WIB
Ular di Cirebon
Kobra Jawa (Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon -

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat menyelamatkan tiga jenis satwa liar, yakni ular piton, kobra Jawa, dan viper hijau atau bangkai laut. Satwa liar itu ditemukan di permukiman warga yang ditangkap petugas Damkar Kota Cirebon, Jawa Barat.

Menurut pengamatan petugas BBKSDA Jabar, ular piton atau Reticulatus python itu memiliki panjang sekitar 2,5 meter, kobra Jawa atau Naja sputatrix memiliki panjang sekitar 1 meter, dan viper hijau atau Trimeresurus albolabris panjang hanya 40 sentimeter.

Petugas Polisi Hutan (Polhut) KSDA XXII Cirebon BBKSDA Jabar Ade Kurniadi Karim mengatakan tiga satwa liar tersebut akan dilepasliarkan di habitatnya. Lokasi tersebut antara lain Gunung Tampomas dan Ciremai, yang berada di Jabar. Namun, sebelum pelepasliaran, satwa liar tersebut menjalani rehabilitasi.

"Memang ini bukan satwa dilindungi, tapi satwa liar. Kalau tadinya dari masyarakat atau ternak mungkin berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk dilepasliarkan, karena kita melihat sifat liarnya dulu. Kalau ini mungkin beberapa hari," ucap Ade di kantor Damkar Kota Cirebon, Jabar, Kamis (30/1/2020).

BBKSDA Jabar Selamatkan Dua Ular Mematikan di CirebonUlar viper hijau (Sudirman Wamad/detikcom)

Ade mengatakan, dari tiga jenis hewan itu, dua di antaranya merupakan satwa mematikan karena memiliki bisa yang berbahaya, yaitu kobra Jawa dan viper hijau. Ade mengaku dalam sepakan pihaknya sering menerima laporan adanya satwa liar, seperti ular, yang masuk ke permukiman warga.

"Satu pekan itu selalu ada laporan, bisa satu sampai tiga laporan. Paling banyak memang di wilayah resor Cirebon," katanya.

Di tempat yang sama, Komandan Kompi Damkar Kota Cirebon Akhirudin mengatakan penangkapan tiga satwa liar itu dilakukan di tiga lokasi berbeda sepanjang Januari ini. Akhirudin mengaku kerap mendapat laporan dari warga terkait penemuan satwa liar.

"Sebelumnya, kami sering melepasliarkan sendiri, tapi satwa-satwa ini balik lagi ke permukiman. Untuk itu, kami bekerja sama dengan BBKSDA untuk melepasliarkannya," kata Akhirudin.

Simak Video "Keseruan Memelihara Reptil di Dalam Rumah"

[Gambas:Video 20detik]

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2