Kuasa Hukum Minta Terdakwa Kasus Terbakarnya Ipda Erwin Dibebaskan

Ikbal Selamet - detikNews
Rabu, 29 Jan 2020 15:49 WIB
Sidang Kasus Ipda Erwin
Sidang kasus terbakarnya Ipda Erwin Yudha di PN Cianjur. (Foto: Ismet Selamet/detikcom)
Cianjur -

Sidang lanjutan kasus meninggalnya Ipda Erwin Yudha akibat terbakar saat mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Pendopo Cianjur kembali digelar dengan agenda eksepsi. Iwan Pertama, kuasa hukum dari lima terdakwa, berharap para kliennya itu dibebaskan dari seluruh dakwaan jaksa.

Menurut Iwan, ada beberapa hal yang membuatnya mendorong agar para terdakwa dibebaskan, diantaranya penerapan pasal berlapis dan tidak sistematisnya dokumen dakwaan berdasarkan tata cara yang diamanatkan hukum acara pidana.

"Para terdakwa pun memiliki peran berbeda, tidak bisa disamakan atas pasal yang didakwakan. Makanya saya berharap saat putusan sela nanti para terdakwa dibebaskan dari dakwaannya," ujar Iwan saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Cianjur usai sidang kedua kasus kematian Ipda Erwin, Rabu (29/1/2020).

Kelima terdakwa yang masih berstatus sebagai mahasiswa tersebut didakwa dengan Pasal 214 dan 170 KUHP. Ancaman hukumannya 9-12 tahun penjara. Menurut Iwan, dengan ketidaksesuaian berkas dakwaan tersebut, para terdakwa bisa ditangguhkan penahanannya.

"Kami sudah ajukan penangguhan, tapi tidak ada ajuan pun bisa ditangguhkan dengan dasar penyusunan dakwaan yang tidak sesuai itu," kata Iwan.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Cianjur Eko Joko Purwanto menegaskan pasal yang diterapkan dalam dakwaan perkara ini sudah sesuai. "Itu hak mereka, eksepsi itu kan hanya masalah formil, bukan soal pokok perkara. Jadi tidak masalah mau menyampaikan apapun dalam eksepsi," kata Eko.

Menurut dia, kejaksaan akan fokus pada proses persidangan pokok perkara. "Minggu depan ada putusan sela, dan kami yakin sudah sesuai. Berikutnya tinggal pembuktian di sidang pokok perkara," tutur Joko.

Simak Video "Taman Makam Pahlawan Cianjur, Tempat Peristirahatan Terakhir Ipda Erwin"

[Gambas:Video 20detik]

(bbn/bbn)