Kasus Guru Pukul Murid di SDN Benteng 3 Sukabumi Berakhir Islah

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 28 Jan 2020 14:57 WIB
Orang Tua Mediasi dengan Guru Pukul Siswa
Proses mediasi antara orang tua murid dan pihak sekolah. (Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi -

Oknum guru berinisial EP diduga memukul beberapa siswa kelas III SDN Benteng 3, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Sukabumi bergerak cepat menyelidiki peristiwa itu.

Kadisdik Kota Sukabumi Dudi Fathul Jawad menyebut pihaknya telah mendengar informasi dari semua pihak terkait peristiwa pemukulan tersebut. "Kami tahu ada peristiwa sangat penting dan ini harus diselesaikan dengan sebaik-baik persoalan yang mungkin ramai hari ini. Kami coba urai," kata Dudi, Selasa (28/1/2020)

"Kami langsung tangani, terakhir sudah islah. Para orang tua legowo memaafkan bapak guru itu. Saya lihat juga gurunya sendiri merasakan itu tindakan khilaf," Dudi menambahkan.

Atas kesadaran sendiri, Dudi menjelaskan, guru yang berstatus tenaga honorer itu mengundurkan diri dari kegiatan belajar-mengajar. "Guru tersebut menenangkan hati, tidak ada kegiatan belajar-mengajar, untuk merenung apa yang terjadi. Statusnya guru honorer sekolah, kurang-lebih satu tahun mengajar," tuturnya.

Soal sanksi, Dudi menyebut tidak ada yang akan diberikan terhadap EP. "Sudah islah, semua pihak, termasuk orang tua, sudah memaafkan. Kesadaran yang bersangkutan juga untuk mundur dari kegiatan mengajar," kata Dudi.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Sukabumi Tatan Kustandi mengaku mendapat kabar soal dugaan pemukulan itu dari informasi orang tua murid. Awalnya orang tua akan berombongan datang ke sekolah tersebut.

"Ada laporan, kami coba klarifikasi karena jangan sampai melebar. Tuntutan orang tua atas oknum yang bersangkutan, kalau nggak pindah, ya dilaporkan ke polisi. Tapi tadi oknum tersebut sudah meminta maaf dan mengundurkan diri dari tugasnya. Saya rasa orang tua juga bisa menerima," ujar Tatan.

EP sempat mendatangi kelas tiga tempatnya mengajar. Ia lalu berdiri di depan siswanya itu dan meminta murid yang ia pukul untuk maju ke depan. Sebelumnya, di depan orang tua siswa dan perwakilan Disdik, ia mengaku hanya memukul delapan siswa. Namun saat ia meminta siswa yang terkena pukulan untuk maju ke depan, ada 14 orang.

EP kemudian memeluk satu per satu siswa dan siswinya itu seraya menyampaikan maaf. Sebelumnya, Dadan Sugiharto, salah satu ortu siswa, mengaku putrinya mendapat pukulan dari oknum guru EP. Bahkan putrinya itu sempat mengalami trauma untuk belajar ke sekolah.

"Saya dapat kabar dari teman-teman anak saya, katanya anak saya dipukul sama Pak EP kemarin. Saya kesal, lalu rencananya tadi mau ke sini sama orang tua siswa yang lain, tapi ditahan sama Pak Dewan. Katanya perwakilan saja," kata Dadan.

(bbn/bbn)