Jabar Minim Bioskop

Pernah Buka 2 Tahun Lalu, Bioskop di Cianjur Tutup Didesak Ormas

Ismet Selamet - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 10:07 WIB
Foto: Ismet Selamet
Foto: Ismet Selamet
Cianjur - Kabupaten Cianjur menjadi salahsatu dari 11 daerah di Jabar yang tidak memiliki bioskop. Namun sebenarnya pada Desember 2017 lalu, Cianjur hampir memiliki bioskop di kawasan Ciloto Kecamatan Cipanas. Sayangnya, baru beberapa jam buka, bioskop itu kembali ditutup karena adanya desakan sejumlah kelompok.

Adalah Dee Cinema, bioskop yang dibuka langsung oleh Dedy Mizwar, Wakil Gubernur Jawa Barat saat itu. Selain Wagub, peresmian juga dihadiri beberapa pemain film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2, sebab dalam pemutaran perdana film yang digandrungi kaum muda di tahun itu.

Mulanya pembukaan bioskop yang memiliki dua studio itu berjalan lancar, tetapi tidak lama setelah diresmikan oleh orang kedua di Jabar itu, ratusan orang dari organisasi masyarakat melakukan aksi dan mendesak penutupan bioskop.

Ada beberapa poin yang membuat massa mendesak penutupan, di antaranya persoalan izin, terlalu dekatnya bioskop dengan tempat ibadah, hingga warna cat bioskop yang diduga melambangkan LGBT.

"Padahal soal izin kami sudah lengkap, tidak ada yang dilanggar. Apalagi terkait dugaan-dugaan yang dilontarkan massa aksi saat itu," ungkap owner Dee Cinema, Dheeraj Kalwani saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (15/1/2020).

Desakan massa aksi saat itu ternyata memaksa pihak pengelola dan owner bioskop menutup dan menghentikan aktivitas. Bahkan penghentian itu dilakukan saat pengunjung bioskop menonton film.

Padahal, bioskop tersebut baru buka beberapa jam usai diresmikan Deddy Mizwar dan dihadiri pemain AADC.

"Kemudian staff management saya menjaga agar tidak terjadi apa apa , mereka bubarkan penonton . Penonton ada yang nangis Pak, sedih bioskop didemo minta bubar," terang Dheeraj.

Dia pun menyayangkan sikap Pemkab Cianjur yang malah mengakomodir desakan dari massa kalau itu yang membuat investor menutup usahanya.

Dheeraj pun menilai jika Pemkab tidak berpihak pada pengusaha, terlebih yang telah memiliki izin lengkap maka Cianjur akan menjadi pertimbangan berat untuk investor berinvestasi.

"Cianjur tidak sehat untuk investasi kalau seperti itu. Padahal selain investasi bioskop, kami juga menyerap tenaga kerja dari warga sekitar. Kami juga masih berusaha agar Dee Cinema bisa dibuka dalam waktu dekat, saya harapkan dari Pemkab ada dukungan," kata Dheeraj.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan terkait Dee Cinema ada hal yang membuat desakan warga yang membuat bioskop itu ditutup. "Ada miskomunikasi yang tidak bisa diungkapkan secara publik. Tapi kalau izin sudah lengkap," kata Herman. (ern/ern)