Ulah 'Raja-Ratu' Agung Sejagat Coreng Nama Baik Keraton Se-Nusantara

Sudirman Wamad - detikNews
Rabu, 15 Jan 2020 14:14 WIB
'Raja dan Ratu' Keraton Agung Sejagat (Foto: dok. Istimewa)
Cirebon - Kemunculan 'Raja dan Ratu' Keraton Agung Sejagat, Toto Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41), membetot perhatian publik. Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) geram terhadap ulah keduanya berkaitan klaim mendirikan Keraton Agung Sejagat, yang bermarkas di Purworejo, Jawa Tengah.

Ketua Umum FSKN sekaligus Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat mengatakan kemunculan 'Raja-Ratu' Keraton Agung Sejagat mencoreng nama baik keraton seluruh Nusantara. "Kita ini sering dipandang sebelah mata keberadaannya. Kejadian kemarin tentunya jelas mencoreng nama baik keraton," kata Arief kepada detikcom di Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, Rabu (15/1/2020).


Saat ini, menurut Arief, keraton tengah berjuang melestarikan adat dan tradisi. Promosi kesenian dan kebudayaan gencar dilakukan, khususnya terhadap kalangan milenial.

"Milenial itu kan sering bilang, hari gini ada keraton? Kita sedang berjuang melestarikan. Tapi malah ada kejadian ini," kata Arief.

Arief menegaskan Keraton Agung Sejagat menyebarkan kebohongan yang menimbulkan keresahan masyarakat. Karena itu, lanjut dia, pihak kepolisian dan pemerintah harus segera bertindak.

"Pertama, dia mengaku memiliki sejarah. Tetapi kenyataannya tidak nyambung sejarahnya. Kedua, mengiming-imingi ada uang di bank yang ada di Swiss. Ini bohong. Mereka menyebarkan kebohongan," tutur Arief.

(bbn/bbn)