Jabar Minim Bioskop

Kisah Moksen, Raja Bioskop di Karawang yang Tumbang Tergerus Zaman

Luthfiawan Awaluddin - detikNews
Rabu, 15 Jan 2020 08:49 WIB
Foto: Asep Supriatna pengurus Gedung Nusantara saat menunjukkan tumpukan film di gudang Keluarga Moksen (Luthfiawan Awaludin/detikcom)
Foto: Asep Supriatna pengurus Gedung Nusantara saat menunjukkan tumpukan film di gudang Keluarga Moksen (Luthfiawan Awaludin/detikcom)
Karawang - Sejarah bioskop di Karawang tak lepas dari Muhsin Nisar, seorang pengusaha berdarah Indonesia Pakistan. Di Karawang Muhsin karib dikenal Moksen. Pada tahun 1970 hingga 1980an, Moksen dan keluarganya dikenal mendirikan sejumlah bioskop di Karawang.

Di wilayah Karawang kota misalnya, ada Bipskop Nusantara, Samudra, Seroja, Johar Studio 1234 hingga Karawang Theatre. Di Rengasdengklok ada bioskop Mahkota, Gembira dan Rengasdengklok Studio. Di Cilamaya, ada Bioskop Alam Jaya dan studio di Cilamaya Plaza.


Jaringan bioskop keluarga Moksen juga berakar di Tasikmalaya, kota kelahirannya. Jaringan bisnis bioskop itu kian moncer tatkala adiknya, Chand Parwez mendirikan rumah produksi PT Kharisma Jabar Film. Film terkenal buatannya adalah seri Si Kabayan dengan pemeran utama Didi Petet, pada 1995

"Kita selalu dapat giliran pertama memutar film-film produksi Starvision," kata Asep Supriatna (49) pengurus gedung Nusantara, sekaligus gudang film milik keluarga Moksen Rabu (15/1/2020).

Kisah Moksen, Raja Bioskop di Karawang yang Tumbang Tergerus ZamanFoto: Alat untuk memotong pita film (Luthfiana Awaluddin/detikcom)

Di gudang itu, tersimpan sejumlah proyektor dan puluhan ribu roll film. Namun, rencananya film-film itu akan dihancurkan. Sebab, saat ini seluruh bioskop Keluarga Moksen di Karawang sudah tutup.

Yang terakhir tutup adalah Karawang Theatre. Bioskop yang didirikan 31 Maret 1988 itu memutar film terakhirnya pada 6 Februari 2019. Film terakhir yang ditonton adalah Tembang Lingsir dan Terlalu Tampan. Penonton terakhir bioskop itu mencapai 371 orang.
Selanjutnya
Halaman
1 2