Cuaca Buruk, Hasil Tembakau Petani Sumedang Tak Maksimal

Mochamad Solehudin, Muhamad Rizal - detikNews
Selasa, 14 Jan 2020 21:52 WIB
Foto: Muhamad Rizal/detikcom
Sumedang - Kondisi cuaca yang tidak menentu menyebabkan produksi tembakau para petani Sumedang kurang maksimal. Hal itu menyebabkan penghasilan para petani juga menurun. Seperti yang dialami petani tembakau di Dusun Pasigaran, Desa Pasigaran, Kecamatan Tanjungsari.

Salah seorang petani tembakau jenis darmawangi, Nong (61) menuturkan, hujan yang mengguyur wilayah Sumedang dalam beberapa waktu terakhir membuat produksi tembakaunya menurun. Kualitas tembakau juga kurang baik.


"Ya gagal, saat siap untuk dijual hasilnya menjadi hitam," kata Nong saat sedang menjemur tembakaunya di Dusun Pasigaran, Desa Pasigaran, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Selasa (14/1/2020).

Dengan kondisi tersebut, dia mengaku, pengahasilannya menurun. Biasanya dia mampu menjual tembakau dengan kualitas terbaik mencapai Rp70 ribu sampai Rp80 ribu per kilogram. Tapi kini hanya sekitar Rp60 ribu.

"Penghasilan menurun sekali, tapi yang gagal juga bisa dijual kalau bakau," kata nong

Saat terjadi musim hujan Nong memprediksi akan mengalami kerugian yang mencapai seperempat persennya."Kalo hujan penghasilan jauh menurun, dari biasanya, soalnya menjual ke bandar tetap segitu-segitu aja," terang Nong

Akibatnya, Nong tidak bisa mendapatkan tembakau dengan kualitas istimewa. "Untuk mendapatkan tembakau dengan kualitas istimewa, biasanya sudah dapat prediksi," tambahnya.

Menurutnya, selain masalah cuaca harga tembakau tyang terus menurun juga menjadi tantangan para petani. Bahkan ada beberapa petani tembakau gulung tikar.

"Kalau sekarang buat petani tembakau bukan karena cuaca saja, harga yang tidak sesuai setiap tahunnya sebagian petani tembakau kepaksa gulung tikar," ujarnya. (/mso)