Dear Milenial, 14 Daerah di Jawa Barat Tidak Punya Bioskop Loh!

Mukhlis Dinillah - detikNews
Selasa, 14 Jan 2020 09:53 WIB
Foto: Erna Mardiana
Bandung - Bagi yang tinggal di kota besar, nonton film terbaru di bioskop saat weekend bukan hal yang aneh. Namun tidak bagi sebagian warga di Jawa Barat (Jabar).

Jawa Barat yang dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia nyaris 50 juta jiwa, 60 persen daerahnya belum punya bioskop. Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar tahun 2018, 16 daerah dari 27 kabupaten/kota belum punya bioskop.

Data menunjukan daerah yang mempunyai bioskop di Jabar hanya Kabupaten Bandung (1), Kabupaten Bekasi (2), Ciamis (1), Garut (1), Indramayu (1), Karawang (6), Kabupaten Tasikmalaya (1), Kota Bogor (4), Kota Cirebon (3), Kota Bandung (13) dan Kota Bekasi (14).
Dear Milenial, 14 Daerah di Jawa Barat Tidak Punya Bioskop Loh!Foto: Istimewa

Kota Tasikmalaya yang pada tahun 2018 tercatat belum mempunyai bioskop, data terbaru di mesin pencarian sudah tersedia dua bioskop XXI di Mal Plaza Asia dan Transmart. Begitu juga Sumedang, data terbaru memiliki dua bioskop di Plaza Asia dan Jatos. Sehingga saat ini hanya 14 daerah yang belum punya bioskop.

Sementara 14 daerah yang belum tersedia bioskop antara lain Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bogor, Cianjur, Kabupaten Cirebon, Kuningan, Majelengka, Pangandaran, Purwakarta, Subang, Kabupaten Sukabumi, Banjar, Kota Cimahi, Kota Depok, Kota Sukabumi.

"Kami memang belum mendapatkan update data terbaru jumlah bioskop di Jabar. Data terakhir yang kami punya tahun 2018," kata Kabid Industri Pariwisata Disparbud Jabar, Aziz Zulficar kepada detikcom, Selasa (14/1/2020).

Aziz mengaku pihaknya sangat mendukung berkembangnya dunia perfilman di tanah air khususnya di Jabar. Salah satunya dengan kehadiran bioskop di seluruh wilayah Jabar sebagai sarana mengapresiasi karya anak bangsa di samping sebagai hiburan masyarakat.

"Perfilman di tanah air dua tahun ke belakang ini sedang meningkat. Artinya kebutuhan sarana (bioskop) sendiri tinggi, jadi daerah harus mempersiapkan infrastruktur bioskop yang layak. Tentunya akan menyerap tenaga kerja juga," ungkap dia.

Lebih lanjut ia menuturkan aktivitas pegiat film di Sukabumi saat ini sangat menjanjikan dan berkembang pesat. Namun sangat disayangkan tidak didukung dengan keberadaan bioskop baik di kabupaten dan kota Sukabumi.

"Sukabumi itu komunitas perfilmannya aktif sekali. Gak jarang juga yang tadinya film pendek diangkat ke layar lebar, sedangkan di sana malah enggak ada bioskop. Nah ini yang ingin kita dorong di daerah agar keberadaan bioskop ini dukung pemerintah daerahnya masing-maisng," ujar Aziz.

Berbagai pengalaman milenial di daerahnya tidak ada bioskop akan disajikan dalam serangkaian tulisan berikutnya. Jangan sampai terlewat ulasannya. (mud/ern)