Asal-usul Ikan Aligator di Lapas Wanita Bandung yang Gigit Balita

Mukhlis Dinillah - detikNews
Senin, 06 Jan 2020 13:26 WIB
Dua ekor ikan aligator yang dipelihara di Lapas Wanita Bandung. (Foto: istimewa)
Bandung - Terungkap asal-usul keberadaan dua ikan aligator yang berada di kolam area Lapas Wanita Bandung. Salah satu ikan berbahaya itu menggigit tangan seorang anak balita. Siapa pemilik ikan tersebut?

Pihak Lapas Wanita Sukamiskin Bandung mengungkapkan dua ekor ikan predator itu dipelihara sejak delapan bulan lalu. Kalapas Wanita Bandung Rafni Trikoriaty Irianta menuturkan berdasarkan pengakuan anak buahnya, ikan predator air tawar itu dipelihara saat ukurannya kecil.

"Jadi kalau kata staf saya, ikan itu dikasih dari keluarga warga binaan. Jadi dikasihnya masih kecil, (sekarang) umurnya sudah delapan bulanan. Jadi memang sebelum-sebelumnya itu ikan yang kita pelihara mati terus, ini (ikan aligator) yang awet," kata Rafni di kantornya, Senin (6/1/2020).


Ia mengaku kecolongan dengan keberadaan ikan berbahaya tersebut. Karena, sambung dia, selama ini anak buahnya tidak pernah memberitahu terkait perlihatkan dua ekor ikan aligator di kolam lapas.

"Ini yang disayangkan, nggak ada staf yang lapor ke saya soal ikan ini. Mereka juga nggak tahu kalau ikan ini berbahaya, karena selama ini nggak ada yang terluka juga. Tapi saya tegaskan jangan pelihara lagi ikan seperti itu," tutur Rafni.

Asal-usul Ikan Aligator di Lapas Wanita Bandung yang Gigit BalitaKalapas Wanita Bandung Rafni Trikoriaty Irianta memperlihatkan sebuah kolam tempat ikan aligator yang menggigit tangan anak balita. (Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom)
Selama ini, menurut dia, dua ekor ikan sepanjang lengan anak-anak itu menghuni kolam berdiameter 1 x 2,5 meter. Kolam tersebut biasanya menjadi salah satu spot bermain pengunjung karena berdampingan dengan ayunan.

Sekadar diketahui, kejadian berawal saat seorang anak balita datang bersama tantenya ke Lapas Wanita Bandung, Jumat (3/1/2020) lalu. Mereka datang untuk mengunjungi salah satu napi wanita di lapas tersebut.


Setelah insiden anak lelaki usia 1,5 tahun terluka akibat gigitan ikan predator, pihak lapas memindahkan dua ekor ikan itu ke sebuah kolam buatan dari plastik yang berada di belakang gedung penjara. Tujuannya untuk menghindari interaksi dengan pengunjung dan penghuni lapas.

"Nanti kami serahkan ke Balai Perikanan untuk dimusnahkan. Sementara dipindahkan dulu supaya dari Kanwil Kemenkum HAM mau lihat masih ada buktinya," ujar Rafni.
Halaman

(mud/bbn)