Demi Proyek di Indramayu, Pengusaha Sawer Duit ke Bupati-Anggota DPRD Jabar

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 30 Des 2019 20:11 WIB
Terdakwa Carsa ES, pengusaha penyuap Bupati Indramayu Supendi, saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Bandung. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung - Pengusaha Carsa ES melakukan rangkaian suap guna menguasai seluruh proyek pekerjaan di lingkungan Pemkab Indramayu. Bupati Indramayu nonaktif Supendi hingga anggota DPRD Jabar mendapat dana segar dari Carsa.

Dalam dakwaan jaksa KPK, Carsa mendirikan perusahaan bernama CV Agung Resik Pratama tahun 2011. Carsa sudah kenal dengan Supendi sejak Pilbup Indramayu 2010-2015. Carsa disebut memberikan dukungan penuh saat proses Pilbup dua periode yang dijalani Supendi.


Saat Bupati Anna Sophana mengundurkan diri dan Supendi diangkat menjadi bupati definitif, hubungan Carsa dan Supendi kian dekat. Bahkan, Supendi tak segan meminta uang langsung kepada Carsa dengan imbalan pemberian proyek.

"Atas pemberian-pemberian uang dari terdakwa, Supendi akan memberikan kemudahan kepada terdakwa untuk mendapatkan proyek di lingkungan Pemkab Indramayu baik proyek yang didanai APBD, maupun proyek-proyek yang didanai bersumber dari bantuan provinsi (Banprov) Jabar," kata jaksa KPK Budi Nugraha saat membacakan surat dakwaan Carsa di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (30/12/2019).

Carsa lantas melancarkan aksinya. Dia menyuap anggota DPRD Jabar fraksi Golkar Abdul Rozaq Muslim sebesar Rp 8,5 miliar. Pemberian kepada Abdul Rozaq dilakukan guna mengurus dan memperjuangkan penganggaran proyek di Banggar DPRD Jabar.

Carsa juga mengusulkan paket pekerjaan yang dibiayai oleh anggaran dari Banprov Jabar dengan memberikan sejumlah uang. Sedangkan Dinas PUPR Indramayu mengakomodir dengan membuatkan proposal pengajuan. Proposal pengajuan ini ditandatangani Kepala Dinas PUPR Omarsyah. Setelah disetujui Bupati Indramayu, proposal diajukan ke Bappeda Pemkab Indramayu.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3