Anak Bupati Majalengka Tak Dijerat UU Darurat, Apa Alasan Jaksa?

Sudirman Wamad - detikNews
Senin, 30 Des 2019 17:30 WIB
Sidang anak bupati Majalengka. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Majalengka - Majelis hakim memvonis Irfan Nur Alam, anak Bupati Majalengka Karna Sobahi, dengan hukuman kurungan penjara 1 bulan 15 hari. Irfan terbukti melanggar pasal 360 KUHPidana ayat 2 tentang kelalaian yang mengakibatkan orang terluka.

Anak bupati Majalengka yang juga PNS itu tak memiliki izin lagi atas penggunaan senjata api (senpi). Majelis hakim mencabut izin penggunaan senpi milik Irfan.

Sebelum kasus ini dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Majalengka, polisi menjerat anak bupati Majalengka tersebut dengan Pasal 170 KUHP juncto Undang-undang (UU) Darurat 1951 dengan ancaman kurungan maksimal 20 tahun penjara.


Rupanya, Kejari memiliki pandangan sendiri tentang kasus penembakan yang menjerat Irfan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun tak menggunakan pasal yang sebelumnya disangkakan Irfan. JPU mendakwa Irfan dengan Pasal 360 KUHPidana ayat 2 tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain terluka.

Irfan dianggap lalai sehingga menyebabkan korbannya, Panji Pamungkasandi mengalami luka di bagian tangan kirinya akibat letusan pistol milik anak bupati Majalengka.
Selanjutnya
Halaman
1 2