Kaleidoskop 2019: Terbongkarnya Aksi 'Seks Gangbang' Biduan di Garut

Hakim Ghani - detikNews
Sabtu, 28 Des 2019 19:12 WIB
(Foto: Edi Wahyono/detikcom) Ilustrasi gangbang Garut

VA menjelaskan bahwa dirinya sempat menolak tawaran tersebut. Bahkan, dia sempat dipaksa oleh Rayya. Namun, karena Rayya merayunya terus-menerus, VA akhirnya mengiyakan ajakan tersebut.

"Saya enggak mau, cuman Aa bilang ini demi keharmonisan rumah tangga. Aa bilang, 'Kamu mau menurut sama siapa lagi kalau bukan sama suami. Kamu kan udah dibuang sama keluargamu," ucap VA menirukan ucapan Rayya.

Babak Baru 'Seks Gangbang' Biduan Dangdut

Polisi yang telah melengkapi berkas penyidikan langsung melimpahkan berkas kasus tersebut ke Kejaksaan untuk segera disidangkan.

Namun, pada awal September 2019, tersangka Rayya meninggal dunia. Rayya yang berprofesi bos salon itu meninggal pada hari Sabtu, 7 September 2019 di rumahnya, Tarogong Kaler.

Rayya diduga meninggal dunia akibat komplikasi penyakit berat yang menyerangnya. Meskipun demikian, tim Inafis dari Polres Garut sempat dikerahkan untuk memeriksa jasad Rayya.

Meninggalnya Rayya tak mengganggu proses hukum. Polisi tetap memajukan berkas ke Kejaksaan. Di samping itu, polisi terus bergerak memburu tiga tersangka lain yang masih buron.

Setelah sebulan melakukan pencarian, polisi kemudian mengamankan satu lagi pemeran video tersebut. Pria berinisial AD ditangkap tim Resmob Polres Garut.

AD ditangkap hari Senin, 23 September 2019 di rumahnya yang terletak di Paseh, Bandung. Kasat Reskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng mengatakan, AD merupakan salah satu pemeran lelaki dalam video yang viral itu.

"Mulanya kamienerima informasi keberadaan tersangka di rumahnya. Langsung kami kejar dan tangkap. Tersangka ini salah satu pemeran dalam video tersebut," ujar Maradona kepada detikcom, Selasa (24/9/2019).

Setelah sebulan tak terdengar kabar, akhirnya pada akhir November 2019 lalu, Pengadilan Negeri Garut menggelar sidang perdana kasus tersebut.

Sidang pertama digelar tertutup pada Kamis (26/11/2019). Dalam sidang tersebut, tersangka VA dan AD dihadirkan.

Jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa ketiganya dengan Pasal 4 ayat 1 Undang-undang Pornografi. "Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun," ujar JPU Dapat Dariarma.

Hingga saat ini, proses sidang kasus ini terus bergulir di PN Garut. Meskipun demikian, diketahui masih ada dua pemeran lelaki lain dalam video itu yang masih bebas berkeliaran dan belum tertangkap.

Polisi sendiri mengklaim telah mengantongi identitas kedua pelaku yang masih buron itu.
Halaman

(mud/mud)