Canda Syaikhu soal Pengendara Kebelet di Tol Japek: Pakai Pampers

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Kamis, 26 Des 2019 15:10 WIB
(Foto: Luthfiana Awaluddin) Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Syaikhu tak setuju dibangun pintu keluar darurat di jalan tol layang Japek.
Karawang - Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Syaikhu tak setuju dengan usulan pembangunan pintu keluar darurat di jalan tol layang Jakarta-Cikampek (Japek). Syaikhu menilai, tol layang akan lebih macet jika dibuat pintu keluar.

Usul itu ramai dibicarakan setelah seorang pengendara terpaksa buang air kecil di kemacetan tol layang Japek.


"Kalau dibuat pintu lagi di atas tol layang pasti lebih macet. Karena tol ini memang dirancang untuk sekali perjalanan. Untuk pengendara yang kondisi tubuhnya tak bisa menahan kencing, mungkin bisa disiasati dengan memakai pampers," kata Syaikhu saat ditemui detik di Karawang, Kamis (26/12/2019).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menuturkan, ide awal pembangunan tol layang Japek adalah menghindari kemacetan. Berdasarkan pengalaman yang ada, kata dia kemacetan di tol sering disebabkan oleh antrean kendaraan saat keluar masuk rest area.


"Dari pengalaman yang ada, penyebab kemacetan di tol adalah antrean kendaraan yang keluar masuk rest area. Misalnya di KM 57, 39 atau 19, sering terjadi kepadatan. Alhasil, secara logika tol layang ini dibuat untuk menghindari rangkaian keluar masuk rest area," katanya.

Berdasarkan pemikiran itu, Syaikhu menilai tol Japek akan makin macet apabila dibangun pintu keluar atau tersambung dengan rest area.

"Kalau ada pintu lain, tol layang pasti lebih macet karena pasti ada antrean kendaraan. Apalagi jalan tol layang ini kan cuma dua jalur. Kalau dibangun pintu keluar, rest area atau semacamnya, pasti tambah crowded," ujar Ketua DPW PKS Jabar ini.


Diberitakan sebelumnya, kemacetan panjang terjadi di Tol layang Jakarta-Cikampek. Saking macetnya, bahkan ada pengguna tol yang terpaksa buang air kecil di tengah macet tol.

Baru-baru ini memang ramai diperbincangkan video viral yang memperlihatkan pengguna mobil buang air kecil di tengah kemacetan tol Japek. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) pun menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan adanya pintu keluar di jalan tol layang.

"Perlu dipertimbangkan adanya emergency exit, misalnya di KM 25, sehingga pengguna tol tidak tidak tersandera di jalan tol selama berjam-jam," kata Ketua Harian YLKI Tulus Abadi lewat keterangan tertulis, Senin (23/12/2019). (mso/mso)