Sidang Kasus Penembakan, Ini Penjelasan Anak Bupati Majalengka

Sudirman Wamad - detikNews
Senin, 23 Des 2019 18:22 WIB
Foto: istimewa
Majalengka - Irfan Nur Alam, anak Bupati Majalengka menghadiri sidang ketiga terkait kasus penembakan yang dilakukannya terhadap Panji Pamungkasandi. Agenda sidang ketiga itu mendengarkan keterangan Irfan Nur Alam selaku terdakwa.

Di hadapan majelis hakim PN Majalengka, Irfan membeberkan kejadian penembakan yang dinilainya simpang siur. Irfan menceritakan kejadian penembakan itu bermula karena terjadinya kesalahpahaman yang mengakibatkan keributan. Irfan mengaku sebelum kejadian tepatnya hari Minggu (10/11/2019) lalu, ia tengah berlibur bersama keluarganya di Kota Bandung, Jawa Barat.

Saat berlibur bersama keluarganya, Irfan mengaku mendapat informasi dari orang rumahnya tentang datangnya rombongan Panji Pamungkasandi.

"Diberitahu oleh orang di rumah bahwa di pekarangan halaman depan rumah banyak orang datang. Belum tahu asalnya dari mana jumlahmya sekitar lima belasan orang, dikhawatirkan mengganggu tetangga, kemudian diminta pindah kalau bikin keributan jangan di lingkungan rumah," kata Irfan seperti disampaikan oleh pengacaranya, Kristiawanto dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (23/12/2019).

Irfan dan keluarganya pun balik dari Bandung. Irfan mendapat info bahwa rombongan yang sempat mendatangi rumahnya bergeser ke ruko Taman Hana Sakura di Jalan Cigasong Majalengka, tempat lokasi terjadinya penembakan. Irfan juga menerima informasi tentang adanya keributan di ruko tersebut setelah balik dari liburan.

"Rombongan yang di ruko belum bubar malah terjadi bentrok, atau keributan. Ternyata keributan di ruko sudah tidak dapat terkendali, dengan maksud melerai atau menenangkan massa seketika mengeluarkan senpi dengan peluru karet ke arah atas dan keributan dapat reda sejenak," kata Irfan.

Simak Video "Pedagang Kopi Diberondong Tembakan, Peluru Bersarang di Kepala"


Selanjutnya
Halaman
1 2