Kurus Pranikah, Calon Pengantin Dapat Kartu Prakerja

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Sabtu, 21 Des 2019 14:08 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung - Kursus pranikah bagi calon pengantin menuai polemik. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut bimbingan pranikah dilakukan untuk mencegah lahirnya keluarga miskin baru.

Hal itu diungkapkan Muhadjir saat berbicara di hadapan pada ibu dalam acara memperingati Hari Ibu di Gedung Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas), Jalan Sumatera, Kota Bandung, Sabtu (21/12/2019).

Muhadjir mengatakan saat ini jumlah rumah tangga miskin di Indonesia mencapai 57 juta lebih. Sebanyak 94,4 persen masuk kategori rumah tangga sangat miskin.

"Kalau dinaikkan lagi yang hampir miskin menjadi 16,82 persen. Peluang melahirkan keluarga miskin baru ini besar," ucap Muhadjir.


Muhadjir mencontohkan salah satu hal yang bisa menciptakan keluarga miskin baru ini saat proses menuju pernikahan. Menurut dia, kebanyakan masyarakat memilih calon pasangan yang sepadan.

"Konyolnya ini kalau yang miskin cari jodoh, yang miskin juga kemudian menciptakan keluarga miskin baru. Dan itu di lapangan sudah terbukti. Jarang orang kaya cari menantu dari orang miskin. Atau yang miskin cari yang kaya, tidak mungkin. Karena itu ya sudah cari yang miskin sehingga melahirkan keluarga miskin. Dan ini harus dipotong, kalau tidak dipotong akan menggila ini jumlahnya keluarga miskin," tuturnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3