Anarko di Balik Kericuhan di Rumah Deret Tamansari Bandung?

Tri Ispranoto - detikNews
Senin, 16 Des 2019 18:44 WIB
Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung - Warga maupun aparat menjadi korban dalam bentrokan yang terjadi saat penertiban bangunan di lahan pembangunan Rumah Deret (Rudet) Tamansari Kota Bandung. Sejumlah kesaksian menyebut bentrokan pecah karena adanya provokasi.

Rian Gustafari, salah seorang personel Satpol PP yang menjadi korban menyebut massa yang melakukan penyerangan bukanlah warga. Ia menyebut mereka adalah Anarcho-Syndicalist alias Anarko.

"Para Anarko itu awalnya mendesak mau menguasai backhoe. Bahkan saat kita kepung ternyata mereka sudah banyak yang bawa parang dan balok," kata Rian, Senin (16/12/2019).

Ia pun semakin yakin massa tersebut bagian dari Anarko karena warga sekitar tidak ada yang mengenali. "Warga pada bilang itu bukan orang sini (Tamansari). Itu massa orang luar," kata Rian.

Senada diungkapkan Kanit Linmas Satpol PP Kota Bandung Cecep Wawan. Bahkan ia sempat diingatkan oleh orang sekitar, massa yang merusuh bukan bagian dari warga terdampak.

"Dari atributnya sudah terlihat mereka Anarko. Mereka pakai hitam-hitam dan penutup kepala, terus pakai logo 'A'. warga juga enggak pada kenal," ucap Cecep yang juga menjadi korban pengeroyokan itu.

Sebelumnya, Wali Kota Bandung Oded M Danial juga memastikan ada massa yang beringas bukanlah warga. Bahkan 25 orang yang diamankan pihak kepolisian dipastikan bukan warga. Terlebih, sebagian besar warga sudah pindah dan menerima adanya penertiban.

"Ini semuanya orang luar, bukan warga. Makanya Mang Oded mengajak mari kita jaga jangan sampai ada provokasi atau provokator lain dari luar," ujar Oded.

Seperti diketahui aksi Anarko, Anarcho atau Anarchy ini beberapa kali mencuat di Kota Bandung. Salah satunya adalah aksi perusakan dan vandalisme sejumlah tempat dan fasilitas umum saat Hari Buruh atau May Day.

Terakhir, pergerakan massa yang mayoritas pemuda dan mahasiswa ini terjadi saat aksi demo penolakan RUU KUHP dan UU KPK yang terjadi selama beberapa hari di depan Gedung DPRD Jabar dan Gedung Sate, Kota Bandung.

Bahkan secara khusus Wali Kota Bandung Oded M Danial beberapa waktu lalu telah mengeluarkan surat edaran mengenai penolakan gerakan Anarko. Melalui surat itu, ia mengimbau agar perangkat daerah, camat, lurah, LSM, dan komunitas di Kota Bandung mengkampanyekan penolakan paham Anarko.

Oded menjelaskan, surat itu dikeluarkannya bukan hanya untuk menghalau paham Anarko di masyarakat, terutama anak-anak muda. Tapi juga untuk mengantisipasi hal-hal negatif lainnya demi menjaga situasi Kota Bandung tetap kondusif.

"Penekanannya bukan ke Anarko-nya (saja). Sesungguhnya siapapun kita tidak berharap ada anarki, itu saja," kata Oded di Pendopo Kota Bandung, Selasa (29/10/2019) lalu. (tro/ern)