Pemerintah Belanda Kembali Minta Maaf atas Tragedi Rawagede Karawang

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Senin, 09 Des 2019 16:21 WIB
Pemerintah Belanda kembali minta maaf soal tragedi Rawagede Karawang. (Luthfiana Awaluddin/detikcom)
Pemerintah Belanda kembali minta maaf soal tragedi Rawagede Karawang. (Luthfiana Awaluddin/detikcom)
Karawang - Pemerintah Belanda kembali meminta maaf atas pembantaian di Rawagede pada masa agresi militer pertama. Melalui Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Lambert Grijn, pemerintah dan rakyat Negeri Oranye kembali menyampaikan penyesalannya atas operasi militer yang terjadi 72 tahun lalu di Rawagede, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

"Permintaan maaf ini sudah jadi kebijakan kami. Kami menyesal dan memohon maaf sedalam-dalamnya atas tragedi ini," kata Lambert saat berpidato di Pemakaman Sampurna Raga, Desa Balongsari, Kecamatan Rawamerta, Senin (9/12/2019).


Di hadapan puluhan anak korban pembantaian, Lambert menyatakan tragedi Rawagede adalah salah satu peristiwa terkejam yang dilakukan tentara Belanda saat agresi militer pertama. Pada periode 1945 hingga 1949, kata Lambert, agresi militer Belanda memakan banyak korban tak bersalah.

"Tentara Belanda pada saat itu melakukan eksekusi tanpa proses hukum. Meski kejadiannya lebih dari 70 tahun lalu, penderitaannya masih dirasakan rakyat Indonesia dan Belanda hingga saat ini," kata Lambert.

Pemerintah Belanda Kembali Minta Maaf atas Tragedi Rawagede KarawangFoto: Luthfiana Awaluddin/detikcom
Suasana duka itu, kata Lambert, terasa saat kakinya melangkah di kompleks Pemakaman Sampurna Raga. Di pemakaman itu, dikubur 181 jenazah korban pembantaian Rawagede.

"Saya baru empat bulan bertugas di Indonesia. Saat masuk ke sini, ini adalah tempat yang paling berkesan selama kunjungan ke berbagai daerah. Karena masyarakat Rawagede paling menderita," katanya saat ditemui setelah menaburkan bunga.
Selanjutnya
Halaman
1 2