Luncurkan 'Sapa Warga', Pemprov Jabar Beri HP kepada 53 Ribu RW

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 17:09 WIB
Foto: Unspslah
Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan ponsel kepada 53 ribu ketua RW di Jawa Barat. Pemberian ponsel ini dilakukan untuk memudahkan komunikasi antara pemerintah provinsi dengan ketua RW melalui aplikasi 'Sapa Warga'.

Aplikasi tersebut resmi diluncurkan oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil di The Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Soebroto, Kota Bandung, Jumat (6/12/2019). Aplikasi itu dinilai dapat memudahkan urusan tingkat RW.

"Ini satu lompatan besar transformasi digital di Jawa Barat yang dilakukan dengan merilis super-apps namanya 'Sapa Warga'. Jadi ketua-ketua RW ini kami kasih pinjam pakai HP, smartphone. Di dalamnya ada aplikasi Sapa Warga," ucap pria yang akrab disapa RK ini seusai peluncuran.


Aplikasi yang baru digunakan Pemprov Jabar berfungsi untuk komunikasi secara langsung dengan para ketua RW. Menurut RK, para ketua RW bisa mengajukan saran soal pembangunan atau sebaliknya Pemprov Jabar menginformasikan segala kebijakan yang diputuskan di tingkat provinsi.

"Untuk memudahkan proses komunikasi kalau ada problem ke provinsi, kalau mau usulkan kepada provinsi dan kalau sebaliknya, kalau provinsi punya program disampaikan, ada program yang ingin disurveikan kualitasnya datang dari Sapa Warga ini," kata dia.

Selain itu, aplikasi ini sebagai langkah mencegah penyebaran hoaks. Tim Jabar Saber Hoaks yang dimiliki Pemprov Jabar tiap minggunya akan memberikan informasi terkait berita hoaks melalui aplikasi itu.

"Jadi nanti ada instrumen setiap minggu di Jabar Saber Hoaks itu menggunakan aplikasi Sapa Warga menyampaikan berita-berita hoaks yang nanti tolong disampaikan bahwa itu berita bohong, sehingga ini alat proteksi dalam melindungi sirkulasi informasi yang berkualitas di warga," tuturnya.


RK menyatakan aplikasi ini baru tahap pertama yang hanya bisa digunakan untuk ketua RW dan Pemprov Jabar. Untuk tahap dua tahun depan, aplikasi ini bisa diunduh untuk masyarakat Jabar secara umum.

"Keunggulannya seperti social media tapi kan nanti terekam jejak-jejak proses komunikasi usulannya apakah berhasil, apakah sedang berproses, konstruksi sedang delivery atau tidak. Nah, ini juga kalau istilah Jokowi jangan cuma send, tapi deliver juga, menjadi alat kontrol," katanya.


Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Jabar Setiaji menambahkan aplikasi ini digunakan oleh para ketua RW. Mereka, kata Setiaji, diberi ponsel untuk menjalankan aplikasi itu.

"Seluruh RW di Jabar dapat semua. Sekitar 53 ribu. Anggarannya masing-masing Rp 1,3 juta, kurang-lebih Rp 60 miliar untuk handphone-nya. Jenis smartphone-nya dengan ukuran 5-7 inci," kata Setiaji di tempat yang sama. (dir/tro)