BBPOM Bandung Musnahkan Produk Ilegal Senilai Rp 4,9 Miliar

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 02 Des 2019 11:35 WIB
Foto: Dony Indra Ramadhan
Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung memusnahkan ratusan produk ilegal yang nilainya sebesar Rp 4,9 miliar.

Produk yang dimusnahkan terdiri dari produk kosmetik, obat tradisional atau herbal, obat keras hingga produk pangan yang tidak memiliki izin edar hingga mengandung bahan berbahaya. Barang paling banyak dimusnahkan merupakan produk kosmetik.

Kepala BBPOM Bandung I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa mengatakan produk-produk yang dimusnahkan ini merupakan hasil penindakan yang dilakukan BBPOM selama tahun 2019. Selama setahun, BBPOM Bandung melakukan penyisiran ke pasar hingga tempat produksi produk ilegal.

"Terkait dengan pengawasan yang dilakukan di Jawa Barat kami melakukan pemusnahan dengan tujuan memastikan obat dan makanan tanpa jaminan mutu ini tidak beredar kembali di masyarakat," ucap Bagus saat pemusnahan di Kantor BBPOM Bandung, Jalan Dr Djunjunan (Pasteur), Kota Bandung, Senin (2/12/2019).

Bagus menjelaskan produk kosmetik sebanyak 1.847 item yang dimusnahkan ini termasuk ilegal. Dia mengatakan produk kosmetik tersebut tidak memiliki izin edar bahkan mengandung bahan berbahaya seperti merkuri dan hidrokinon.

Sementara 129 obat herbal, selain tak memiliki izin edar, obat herbal juga mengandung bahan kimia obat seperti mengandung Sildenafil Sitrat, Deksametason dan bahan kimia obat lainnya.

Selain itu, ada pula obat keras sebanyak 669 item dan produk pangan sebanyak 157 item. Produk pangan tersebut, mengandung bahan berbahaya seperti formalin dan boraks.

"Produk tanpa izin edar tidak dapat dijamin mutu karena yang dilarang akan berdampak pada kesehatan. Dari nilai keekonomian, ini totalnya mendekati Rp 5 miliar," katanya.

Pemusnahan sendiri dilakukan dengan cara menghancurkan produk-produk tersebut menggunakan mesin insenator. Menurut Bagus, pemusnahan perlu dilakukan agar produk tak lagi dijual ke pasaran.

"Tindakan harus dilakukan agar produsen memiliki efek jera," tuturnya.




Tonton juga video Produk Selundupan dari Malaysia dan China Digagalkan:

[Gambas:Video 20detik]

(dir/ern)