DPRD Surati BBWS Terkait Sungai Ciberes Cirebon Berubah Warna Pink

Sudirman Wamad - detikNews
Jumat, 29 Nov 2019 13:23 WIB
Warna air Sungai Ciberes, Cirebon, berubah warna jadi merah muda. (Sudirman Wamad/detikcom)
Warna air Sungai Ciberes, Cirebon, berubah warna jadi merah muda. (Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mendesak Pemkab Cirebon dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung mencari solusi atas pencemaran lingkungan yang terjadi di Sungai Ciberes.

"Sungai Ciberes itu kewenangan BBWS. Nanti akan kami surati dan datangi," kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon Hermanto saat berbincang dengan detikcom di kantornya, Jumat (29/11/2019).


Selain oleh BBWS, dikatakan Hermanto, Pemkab Cirebon harus turun tangan untuk memulihkan kondisi Sungai Ciberes. Menurutnya, air Sungai Ciberes yang berubah warna menjadi pink atau merah muda disebabkan sampah dan limbah dari produksi pengolahan ikan.

"Kami tidak mengesampingkan limbah. Artinya, kesadaran masyarakat juga perlu ditingkatkan. Di situ banyak sampah juga. Pemkab atau eksekutif harus kita tekan agar menyediakan sarana untuk penanganan sampah," kata politikus Partai NasDem itu.


Lebih lanjut Hermanto menjelaskan, selama ini pemerintah hanya memfasilitasi pengangkutan sampah. Padahal Kabupaten Cirebon sudah memiliki Perda No 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Sampah.

"Segala sesuatu itu harus diikuti juga dengan anggaran. Kalau eksekutif tidak melihat ini sebagai program prioritas, ini tidak akan selesai-selesai. Gembar-gembor Cirebon darurat sampah juga percuma," kata Hermanto.

DPRD Surati BBWS Terkait Sungai Ciberes Cirebon Berubah Warna PinkFoto: Sudirman Wamad/detikcom
Kondisi Sungai Ciberes di Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, sangat memprihatinkan. Air sungainya berwarna merah muda dan berbau.

Aktivitas warga Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, yang berada di sekitar sungai terganggu. Selain kondisinya yang berbau dan berwarna merah muda, Sungai Ciberes tercemar sampah rumah tangga.

"Kondisi seperti ini sudah seminggu. Warnanya pink. Dampaknya, selain bau, sumur-sumur sekitar warga juga tercemar," kata Kepala Desa Gebang Kulon Andis Subandi saat berbincang dengan detikcom, Kamis (28/11/2019). (tro/tro)