Pengusaha yang Jual Lahan Pemprov Jabar untuk Kereta Cepat Dilaporkan

Pengusaha yang Jual Lahan Pemprov Jabar untuk Kereta Cepat Dilaporkan

Mukhlis Dinillah - detikNews
Kamis, 21 Nov 2019 15:10 WIB
Pemprov Jabar melaporkan pengusaha yang menjual lahan 45 hektare milik pemerintah secara ilegal untuk kepentingan kereta cepat Jakarta-Bandung. (Mukhlis Dinillah/detikcom)
Pemprov Jabar melaporkan pengusaha yang menjual lahan 45 hektare milik pemerintah secara ilegal untuk kepentingan kereta cepat Jakarta-Bandung. (Mukhlis Dinillah/detikcom)
Bandung - Pemprov Jabar menyelamatkan aset lahan seluas 45 hektare di Gunung Sembung, Kabupaten Purwakarta. Sebab, aset tersebut diklaim seorang pengusaha dan dijual untuk kebutuhan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Penyelamatan aset lahan yang berada di Desa Malangnengah dan Desa Sukajaya tersebut melibatkan sejumlah pihak, mulai Polda Jabar, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jabar, sampai Koordinasi, Supervisi, dan Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (Korsupgah KPK) Wilayah Jabar.


Kepala Biro Hukum dan Hak Asasi Manusia Setda Jabar Eni Rohyani mengatakan aset lahan tersebut dijual oleh seorang pengusaha berinisial M untuk proyek kereta cepat senilai Rp 13,7 miliar dan menyewakan sebagian lahannya senilai Rp 6 miliar.

"Ada tiga kegiatan pokok, pertama upaya kita untuk menegaskan kepemilikan aset yang sudah dilakukan melalui penelusuran patok, kemudian pencabutan plang (marka) kepemilikan karena itu diklaim oleh seseorang dan kemudian penertiban tindakan penggalian atau pertambangan ilegal," kata Eni dalam siaran pers yang diterima detikcom, Kamis (21/11/2019).


Ia menegaskan akan membawa kasus ini ke ranah hukum karena adanya dugaan akta jual-beli palsu yang dilakukan seorang pengusaha berinisial M.

"Kita sedang melaksanakan pelaporan terhadap akta jual-beli oleh Saudara M, kemudian ada pemalsuan akta jual-beli ini oleh seorang PPATS (pejabat pembuat akta tanah sementara) dan kita mempersiapkan gugatan terhadap akta jual-beli yang ada," tutur dia.

"(Bukti-bukti yang dikumpulkan) sangat, sangat kuat. Kami yakin sekali," Eni menambahkan.
Selanjutnya
Halaman
1 2