Pengacara Anak Bupati Majalengka Serang Korban Penembakan: Dia Calo

Sudirman Wamad - detikNews
Jumat, 15 Nov 2019 12:01 WIB
Panji Pamungkasandi (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Majalengka - Pihak dari kubu Irfan Nur Alam (35), anak Bupati Majalengka Karna Sobahi, buka suara soal sosok Panji Pamungkasandi (36), korban terluka akibat penembakan. Pengacaranya Irfan menuding Panji sebagai calo proyek dan diduga anak bos salah satu BUMN.

Salah seorang penasehat hukum Irfan, Diarson Lubis, menepis soal sosok Panji yang mengaku sebagai kontraktor. Diarson menegaskan kasus penembakan itu tak berkaitan dengan proyek pembangunan SPBU, namun berkaitan dengan pengurusan izin proyek SPBU.

"Itu simpang siur. Bukan kontraktor, tapi pengurusan izin pembangunan SPBU dari Pertamina. Tidak ada juga kaitannya dengan proyek pemda, itu murni kewenangan Pertamina," kata Diarson saat dihubungi detikcom, Jumat (15/11/2019).


Diarson menegaskan bahwa Panji seorang mediator yang bekerja sama dengan PT Laskar Makmur Sadaya, perusahaan yang dipimpin oleh saudara ipar Irfan, Daniel Rezal Prilian, terkait pengurusan izin proyek.

"Bukan kontraktor, orang (Panji) ini calo. Diduga orang ini anaknya petinggi Pertamina, ya mengurus perizinan menggunakan kewenangan bapaknya," tutur Diarson.

Diarson menjelaskan pemberitaan yang saat ini beredar masih simpang siur. Menurutnya, korban tak serta merta menagih uang imbalan terhadap Irfan. Namun, lanjut Diarson, korban juga sempat menyerang Irfan dan rekan-rekannya.

"Kita paparkan, bahwa yang dilakukan (korban) itu penyerangan. Orang itu datang dari Bandung, bawa senjata juga. Tapi selama itu kan tidak terangkat, yang muncul bahwa orang itu menagih utang ke Irfan," kata Diarson.

"Kemudian kenapa terjadi meletusnya senjata api, sehingga melukai korban. Waktu itu situasinya massa sudah beringas, sehingga terjadi letusan," ujar Diarson menambahkan.


Diberitakan sebelumnya, Panji awalnya menagih uang Rp 500 juta dari Irfan, Minggu (10/11) malam. "Uang Rp 500 juta itu untuk pelunasan proyek SPBU. Karena perusahaan kami bekerja di bidang kontraktor SPBU. Pengerjaannya sendiri sudah selesai bulan Mei," kata Panji saat ditemui di Bandung, Selasa (12/11).

Sebelum terkena peluru di tangan, Panji mengaku sempat disergap oleh puluhan pria tak dikenal. "Jadi tembakan itu bukan untuk melerai, tiga kali tembakan. Ada dua orang yang terluka, yakni saya dan orangnya Irfan (kena peluru nyasar dari tembakan pistol)," katanya.

Panji mengalami enam jahitan di telapak tangan kirinya akibat berupaya menghindari peluru yang diletuskan Irfan di pelataran ruko di Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Irfan, yang juga Kabag Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Majalengka, ditetapkan sebagai tersangka penembakan seorang kontraktor di di rumah toko (ruko) Hana Sakura, Jalan Raya Cigasong, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Irfan disangkakan melanggar Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan juncto Undang-undang Nomor 12 Tahun 1951 tentang penyalahgunaan senjata api. (bbn/bbn)