Ditangkap Densus, Terduga Teroris Cianjur Kerap Debat soal Jihad

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kamis, 14 Nov 2019 15:42 WIB
Warga melihat kontrakan tempat terduga teroris yang ditangkap personel Densus 88 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. (Syahdan Alamsyah/detikcom)
Warga melihat kontrakan tempat terduga teroris yang ditangkap personel Densus 88 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. (Syahdan Alamsyah/detikcom)
Cianjur - DS (24), terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diketahui kerap berpindah kontrakan. Sebelum di lokasi yang digerebek petugas, ia tinggal di Kampung Cihaur 1, RT 1 RW 4, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Cianjur. Beberapa kali DS terlibat perdebatan dengan tokoh agama setempat soal ajaran agama dan jihad.

DS sebenarnya berstatus warga asli di kampung tersebut. Ia tinggal sejak berusia 13 tahun setelah ayahnya menikah dengan warga setempat. "Untuk ibadahnya bagus, bahkan sering azan juga. Ngajinya juga rajin. Termasuk di sekolahnya berprestasi," kata Ustaz Ahmad Rifai (30), tokoh agama setempat, Kamis (14/11/2019).


DS pernah mengenyam bangku kuliah. Setelah lulus SMK, ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya ke salah satu perguruan tinggi di Bandung, namun hanya sampai tahun pertama. Saat menjalani aktivitas perkuliahan itulah karakter pria itu berubah. Pemikirannya tentang ibadah dan agama dianggap melenceng.

"Sempat berdebat cukup keras soal pandangannya yang saya anggap keliru. Ia membahas soal jihad dan mati di jalan yang mulia, termasuk jaminan masuk surga apabila gugur dalam berjihad. Dia bilang itu cita-citanya," ujar Ahmad.

Berhenti kuliah, DS kembali ke lingkungan rumahnya. Ia sering membawa teman-temannya. Ahmad kembali didebat soal jihad berikut soal pemahaman agama dan ibadahnya.

"Pernah juga saya tegur ketika waktunya salat Jumat, mereka malah pergi. Katanya sudah biasa pergi ke masjid di luar kampung sini. Seperti yang sudah tidak nyaman dengan lingkungan warga sini. Ia juga punya agenda rutin setiap pekan," tuturnya.

Agenda rutin yang dimaksud Ahmad adalah setiap dua hari dalam seminggu DS mengikuti pengajian di tempat dosennya yang berlokasi di Bandung, "Jadi seperti pengajian khusus untuk kelompok mereka, itu rutin setiap minggu ada dua hari kegiatan pengajian. Tapi tidak tahu lokasi pastinya. Yang jelas, ngaji sama dosennya di Bandung," ujar Ahmad.


Ahmad mengaku sudah menyampaikan perubahan sikap dan perilaku DS, termasuk pertanyaan dari masyarakat soal gerakan dan bacaan ibadah yang sedikit berbeda. Namun ayah terduga teroris tersebut mengaku kesulitan membina DS.

"Jadinya malah dipasrahkan lagi ke saya," kata dia.

Ia mengaku sudah tidak lagi berkomunikasi dengan DS setelah tenaga pengajar salah satu madrasah itu mengontrak di Kampung Cibodas, Desa Gunungsari. "Sewaktu dia di sini, saya masih sering mengingatkan untuk tidak terpengaruh paham radikal. Tapi, setelah dia pindah, saya sudah tidak komunikasi lagi. Tadi pagi dapat info sudah diamankan oleh Densus 88," kata Ahmad.


Simak Video "Densus 88 Amankan Dua Terduga Teroris di Cianjur"

[Gambas:Video 20detik]

(sya/bbn)