Terperosoknya truk bermuatan terigu dan bahan pembuat kue itu tak hanya membuat arus lalu lintas terganggu. Namun juga menghambat laju kereta. Sebab, lokasi amblesnya truk hanya sekitar 1 meter dari perlintasan kereta.
"Tadi jam setengah tujuh amblesnya, sebelumnya mobil tangki air yang ambles. Tapi masih bisa maju, walau terperosok dulu. Memang bahaya," ujar Agus Ridwan, relawan Cimahi, kepada detikcom, Kamis (14/11/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Yudha Maulana/detikcom |
Pantauan detikcom, petugas kepolisian mengalihkan arus kendaraan dari Cibereum menuju Kota Cimahi untuk melewati flyover Cimindi, sebagian diarahkan ke jalan Mahar Martanegara.
Antrean kendaraan tak terelakkan saat proses evakuasi dilakukan, karena amblesnya truk berada di persimpangan yang bercabang. Proses evakuasi truk selesai pada pukul 09.30 WIB dengan bantuan mobil derek.
"Pemberangkatan kereta sedikit terhambat karena ada ada satu jalur yang tak bisa digunakan," ujar Hidayat, petugas PT KAI.
Kanit Dikyasa Polres Cimahi Iptu Ronny Sukmana menyayangkan pihak pemborong saluran drainase di jalur nasional lalai dalam memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan.
"Kami dari pihak kepolisian mendukung program nasional. Namun kami sayangkan pihak pemborong saat melaksanakan penggalian tidak menutup dengan baik. Karena jalur ini kan dilintasi oleh angkutan umum maupun pribadi," katanya.
Menurutnya, kejadian amblesnya kendaraan akibat galian ini sudah yang ketiga kalinya. "Sebelumnya, mobil pribadi dan truk sampah yang terperosok saat mengarah ke Cihanjuang. Tolonglah ditutup dengan pelat besi dan perhatikan keselamatan pengendara," katanya.
(ern/ern)












































Foto: Yudha Maulana/detikcom