detikNews
Senin 04 November 2019, 15:28 WIB

Tewaskan 1 Siswa, Pelaku Tawuran Sukabumi Beli Celurit di Toko Online

Syahdan Alamsyah - detikNews
Tewaskan 1 Siswa, Pelaku Tawuran Sukabumi Beli Celurit di Toko Online Ilustrasi tawuran. (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Sukabumi - Beragam pengakuan mengalir dari empat tersangka tawuran yang menewaskan El Franza, siswa SMK Pertanian Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Pelaku mengaku memperoleh senjata tajam celurit dari situs jual beli online hingga sengaja pesan ke bengkel. Bagaimana ceritanya?

Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi menyebut, tersangka membawa senjata tajam saat akan berangkat tawuran di Jalan Raya Cicurug. Setelah janjian di media sosial dan aplikasi pesan, dua kelompok lalu saling berhadapan.

"Mereka sudah membekali diri dengan senjata tajam berupa celurit, ironisnya senjata itu mereka dapat dari situs jual beli online dan ada yang sengaja pesan senjata tajamnya ke bengkel pandai besi," kata Nasriadi di Mapolsek Cibadak, Senin (4/11/2019).


Pelaku yang diamankan berinisial MI, MF, AR dan RS siswa kelas 11 SMK Teknika Cisaat. Selain menyebabkan korban tewas, mereka diduga menyerang dua korban lainnya yang juga pelajar SMK Pertanian Cibadak.

Menurut Nasriadi, para pelaku adalah kelas 10 dan 11. Mereka mendapat provokasi diduga dari seniornya untuk membuktikan sekolah yang lebih jagoan soal tawuran hingga tercipta iklim musuh bebuyutan antara siswa SMK Pertanian Cibadak dengan SMK Teknika Cisaat.

"Makanya tadi saya beri masukan ke pihak sekolah, ciptakan iklim kebersamaan dengan membuat program antara dua sekolah misalkan membuat kegiatan yang lebih bersifat akademis atau olahraga. Misalkan dalam satu tim itu diisi gabungan antara SMK Pertanian dan Teknika. Untuk apa? Ya untuk mengikis budaya tawuran antara dua sekolah ini," ucap Nasriadi.


Dalam kasus ini, polisi mengamankan para pelaku dan sejumlah barang bukti salah satunya pakaian bersimbah darah. Sayangnya senjata tajam yang diduga dibawa pelaku untuk melakukan kekerasan tidak terlihat ikut diperlihatkan. "Masih kita cari senjata yang mereka bawa," kata Nasriadi.

Sementara itu, Sandi Susandi orang tua almarhum El Franza mengaku puas setelah mengetahui pelaku yang menghabisi nyawa putra satu-satunya itu telah ditangkap. Ia berharap polisi memberikan hukuman setimpal untuk mereka.

"Saya serahkan ke polisi soal tindakan hukum yang akan diambil, walau sesak saya berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Silakan ini jadi PR pemerintah, jangan ada lagi tawuran-tawuran lagi, hukum seberat-beratnya kepada pelaku sebagai efek jera," ucap Sandi.



Tonton juga video Bawa Senjata Buat Tawuran, 7 Pelajar SMP di Kendari Diamankan!:

[Gambas:Video 20detik]




(sya/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com