Eks Bos Radio di Bandung Didakwa Gelapkan Uang Nasabah Rp 5,6 M

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 24 Okt 2019 16:10 WIB
Eks bos radio di Bandung jalani sidang penggelapan investasi. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Eks bos radio di Bandung jalani sidang penggelapan investasi. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung - Mantan bos radio di Bandung Homonangan Saragih Manihuruk alias Monang Saragih didakwa menggelapkan duit Rp 5,6 miliar. Uang itu didapat dari hasil setoran nasabah dalam Koperasi Jasa Hukum (Kopjaskum) yang dikelolanya.

Hal itu terungkap dalam sidang dakwaan kasus penggelapan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (24/10/2019).


Jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat Angga Insana Husri dalam dakwaannya menyebut uang miliaran itu didapat Monang dari setoran para nasabah terkait bisnis investasi buah kesemek dan kebun rakyat jabon. Total ada 152 nasabah yang menyetorkan dana ke koperasi yang dikelola Monang.

"Bahwa perbuatan terdakwa telah menimbulkan kerugian anggota Kopjaskum yang ikut dalam investasi budidaya kesemek dan budidaya kebun rakyat jabon sebanyak 152 anggota dengan total nilai kerugian Rp 5.685.000.000," kata Angga dalam dakwaannya.

Angga mengatakan, perbuatan itu terjadi pada tahun 2014 di mana Monang mengelola Kopjaskum. Koperasi itu menawarkan investasi penyertaan modal budidaya kesemek, kebun jabon dan deposito Kopjaskum atau simpanan wajib dan simpanan sukarela.


Terdakwa melakukan penawaran-penawaran baik melalui brosur maupun lewat radio miliknya. Adapun penawaran yang diberikan terdakwa dalam budidaya kebun rakyat jabon antara lain :

- Investasi 4 pohon Rp 250 ribu perpohon dengan jangka waktu 3 tahun. Penyerta modal investasi akan menerima keuntungan bagi hasil Rp 666 ribu per pohon dengan total tiga tahun Rp 3 juta.

- Investasi 5 pohon senilai Rp 200 ribu dengan jangka waktu 5 tahun. Penyerta modal akan mendapat keuntungan bagi hasil Rp 800 ribu per pohon dengan total penerimaan selama 5 tahun Rp 5 juta.

"Para anggotanya diberikan penawaran fasilitas bantuan hukum berupa konsultasi hukum gratis, mediasi gratis dan somasi gratis," kata Angga.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3