detikNews
Rabu 16 Oktober 2019, 18:12 WIB

Dewan Harap Polemik Sekda Kota Bandung Tak Ganggu Pemerintahan

Mochamad Solehudin - detikNews
Dewan Harap Polemik Sekda Kota Bandung Tak Ganggu Pemerintahan Ketua DPRD Kota Bandung Teddy Rusmawan. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Bandung - DPRD meminta Pemkot segera menyelesaikan polemik pemilihan Sekda Kota Bandung. Dewan tidak ingin masalah ini terus berlarut hingga mengganggu kinerja pemerintahan.

Sebagaimana diketahui, Wali Kota Bandung Oded M Danial kalah dalam gugatan yang dilayangkan Benny Bachtiar di PTUN dalam perkara pengangkatan Sekda Kota Bandung Ema Sumarna. Dalam putusannya majelis hakim PTUN meminta Oded mencabut SK pengangkatan Ema dan menerbitkan SK baru untuk mengangkat Benny sebagai Sekda Kota Bandung.


Ketua DPRD Bandung Teddy Rusmawan menyatakan, semua pihak harus menghargai proses hukum yang saat ini sedang berjalan. Dari informasi yang diterimanya Wali Kota Bandung Oded M Danial melalui kuasa hukumnya sedang mengajukan banding.

"Kita hargai seluruh pihak yang sedang proses. Kita tunggu hasilnya, kan Pemkot sedang lakukan banding," ucap Teddy di Gedung DPRD Kota Bandung, Rabu (16/10/2019).

Namun dia menilai, polemik posisi Sekda ini harus segera diselesaikan. Karena Teddy khawatir bila tidak cepat selesai bisa mengganggu jalannya sistem pemerintahan. Apalagi posisi Sekda dalam pemerintahan begitu vital.

"Ya harus segera diselesaikan, karena bagaimanapun peran Sekda strategis sekali. Sebagai Ketua TAPD, TKPRD dan lain-lain. Banyak sekali yang dikoordinasikan di level Sekda," ucapnya.


Terlepas dari itu, Teddy tetap berharap Pemkot Bandung bisa menjaga jalannya roda pemerintahan. Jangan sampai dinamika yang saat ini terjadi mengganggu kinerja pemerintahan.

"Kita harap semua tetap optimal tidak terganggu dinamika yang ada, sambil menunggu ini (hasil banding). Ini mudah-mudahan bisa selesai," ujarnya.

Ditemui terpisah, Kabag Hukum Pemkot Bandung selaku kuasa hukum Oded, Bambang Suhari menyatakan, pihaknya sudah memasukkan dokumen banding pada 10 Oktober lalu. Saat ini pihaknya sedang menunggu jadwal untuk menyampaikan memory banding.

"Nanti kita ikuti proses di tingkat banding. Saya selaku kuasa hukum Pak Wali untuk melakukan upaya hukum banding," ujarnya.


Simak juga video "Bandung Kota Termacet, Gubernur: Warga Jangan Manja" :

[Gambas:Video 20detik]


(mso/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com